Jalur Pantura Tersendat

138

TAK hanya menggenangi rumah-rumah warga, banjir di Kendal juga menggenangi jalur pantura. Utamanya, di Jalan Soekarno-Hatta, di pertigaan Makodim 0715.
Curah hujan yang tinggi, membuat beberapa titik jalan di pantura Kendal rusak dan berlubang. Titik kerusakan jalan paling parah terjadi di Desa Sekopek Kaliwungu, Desa Kebonadem Brangsong, Kelurahan Ketapang Kendal.
Juga di wilayah lain, yaitu jalan di Kelurahan Bugangin, Desa Kebonharjo Patebon, Desa Cepiring, Desa Karangsuno Cepiring, Desa Truko Gemuh, Desa Pucangrejo Gemuh, Desa Jenarsari Gemuh, dan Desa Weleri Kecamatan Weleri.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang, banjir di ruas jalan pantura akibat luapan sungai Buntu. Air dari sungai itu meluber ke jalan-jalan raya.
Ketinggian air mencapai 70 sentimeter, sehingga menghambat kendaraan yang melintas di dua lajur. Baik ke arah Jakarta maupun arah Semarang. Tak jarang, motor mogok di tengah banjir, karena pengendaranya nekat melintasi genangan. Macet makin parah, karena truk dan bus sengaja mengurangi kecepatan.
Ngatiman, 59, warga Bugangin, mengatakan, luapan air sungai mulai membanjiri jalur pantura pada Minggu (19/1) pagi. Akibatnya, lalu lintas macet. Kemacetan diperparah dengan ketinggian air yang mencapai 70 sentimeter. ”Kalau jalur kiri ketinggian air mencapai 70 sentimeter, jadi tidak bisa dilalui kendaraan, karena bisa terperosok.”
Sutopo, 45, pengemudi truk asal Pemalang mengaku resah dengan banjir yang terjadi. Sayuran yang ia bawa dari Boyolali, dikhawatirkan busuk karena lama perjalanan yang ia tempuh. ”Biasanya hanya 7 jam, ini malah baru sampai Kendal. Katanya di Pekalongan juga macet. Saya khawatir sayuran yang saya bawa membusuk.”
Karyono, 36, sopir angkutan umum mengaku tidak berani mencari penumpang lantaran banjir. ”Tidak berani kerja Mas. Takut kalau nerjang banjir, nanti malah mogok,” ucapnya.
Kasatlantas Polres Kendal AKP Christian AER, menerapkan pembagian lajur untuk kendaraan yang masuk dan keluar Kendal.
”Ketinggian air di pertigaan Jalan Soekarno-Hatta mencapai 70 sentimeter, sore ini (kemarin sore) sudah mulai surut. Namun, kendaraan kecil kami alihkan dari pertigaan jalan Ketapang via Jalan Tentara Pelajar dan langsung ke Cepiring. Pun, sebaliknya,” jelasnya.
Ia mengimbau kepada pengendara untuk lebih berhati-hati, karena banyak jalan yang berlubang. ”Untuk pengendara roda dua harus berhati-hati lantaran beberapa titik ruas jalan di Kendal rusak karena hujan dan tergenang banjir.” (den/isk/ce1)