PLEBURAN — R Nifram Erwin Luik, buronan Kejaksaan Negeri (Kejari) Semarang berhasil diringkus petugas Satuan Tugas (Satgas) Kejaksaan Agung (Kejagung). Terpidana kasus penipuan proyek fiktif pembuatan rumah sakit (RS) Bung Karno di Semarang berhasil dibekuk di apartemennya Kalibata City Tower B 8 CU, Kalibata, Jakarta Selatan.
Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Jateng Eko Suwarni mengatakan buronan itu berhasil ditangkap Jumat (17/1) sekitar pukul 21.30 WIB. Mahkamah Agung melalui kasasi telah memutuskan Nifram melanggar pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan pidana 1 tahun 9 bulan penjara. ”Penangkapan setelah kami mendapatkan informasi dari Tim Monitoring Center Kejagung,” katanya, Minggu (19/1).
Setelah mendapatkan kabar penangkapan, tim Kejari Semarang kemudian menjemput Nifram di Jakarta kemudian dibawa ke Semarang untuk dijebloskan ke dalam Lapas Kedungpane Semarang. ”Sabtu (18/1), sekitar pukul 19.30 WIB, tim Kejari Semarang bersama terpidana tiba di Semarang. Sekitar pukul 20.15 WIB terpidana berhasil kami eksekusi di Lapas Kedungpane untuk menjalani pidana penjara sebagaimana putusan MA,” tandasnya.
Nifram selaku Komisaris PT Jabal Nusra Tbk bersama Direktur Utama (Dirut) perusahaan telah menipu sebesar Rp 450 juta kepada korban Dirut PT Klampis Ireng, Hery Subagyo. Penipuan dilakukan dengan modus pembayaran escrow pekerjaan proyek Rumah Sakit Umum (RSU) Bung Karno, di Kecamatan Tembalang. (bud/ton/ce1)