PEKALONGAN—Akibat cuaca buruk dan ombak besar, sebuah kapal tongkang ’Tanjung Benoa’ kandas di muara kali Cemoro Sewu, Slamaran, Kota Pekalongan, sejak Jumat (17/1) siang. Tongkang tersebut terombang-ambing terkena ombak besar, tepat di ujung batu pemecah gelombang (break water) di lokasi.
Insiden itu tidak sampai menimbulkan korban. Seluruh kru tongkang yang berjumlah delapan orang sudah masuk ke lokasi galangan kapal menggunakan satu unit tagboat, dan sudah berada di darat.
Seorang petugas galangan kapal PT Barokah Marine, Joko Munfiarno menuturkan, kapal tongkang tersebut kandas sejak pukul 11.00. Dijelaskan, kapal tongkang tadinya ditarik dengan sebuah tagboat bernama ’Reigmas’. Kapal itu tiba di pantai Kota Pekalongan setelah berlayar dari Meulaboh, Aceh. ”Tujuannya memang mau ke Pekalongan,” katanya.
Sebenarnya, imbuh Joko, kapal itu sudah tiba di laut Pekalongan sejak hari Kamis (16/1) sore. Tetapi, ketika akan mendekati dermaga dan hendak masuk ke area galangan, cuaca di laut memburuk. Ombak besar menerjang. Akibatnya, kapal tidak bisa masuk ke dermaga.Justru, kapal berikut tagboat-nya terbawa ombak ke arah timur, hingga kandas di muara Cemoro Sewu.
Guna mencegah kapal tongkang itu kembali terbawa ombak, kru dibantu warga dan petugas galangan akhirnya melepaskan jangkar di lokasi kandasnya kapal tongkang tersebut. Tak hanya itu, supaya lebih aman, kapal tongkang itu juga ditambatkan ke pohon-pohon di pantai menggunakan beberapa tali kapal berukuran besar. (way/jpnn/smu)