Cinta Segitiga, Tukang Parkir Dibunuh

248

SALATIGA—Pembunuhan terjadi di Kota Salatiga, tepatnya rumah kos milik Siti Mutiah di Dukuh Sukoharjo RT 01 RW 06 Cebongan, Argomulyo, Sabtu (18/1) sekitar pukul 14.00. Satu orang tewas dan satu lainnya kritis dalam kejadian tersebut. Pelaku langsung menyerahkan diri ke Mapolres Salatiga.
Korban tewas adalah Aang Warsito, 41, warga RT 1/RW 5, Blanceran, Karanganom, Klaten. Ia mengalami luka tusukan di dada kiri serta lambungnya. Sementara itu, korban luka berat adalah Sri Suhartatik, 30, warga Ringinawe yang menderita luka di leher kanan serta pelipis mata. Sementara pelaku pembunuhan diketahui bernama Sutopo, 45, warga Ledok. Permasalahan asmara diduga menjadi latar belakang peristiwa ini.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, awalnya Aang yang berprofesi sebagai tukang parkir di Ampel, Boyolali itu berada di kamar kosnya. Ia bersama Sri Suhartatik berada di dalam kamar.
Kemudian datang Sutopo ke kos Aang. Sutopo diketahui sudah lama berhubungan dengan Sri Suhartatik, tapi tidak melalui pernikahan resmi alias kumpul kebo. Keduanya dikaruniai seorang anak.
Diduga cemburu karena ‘istrinya’ bersama lelaki lain, Sutopo langsung melabrak Aang dan Sri Suhartatik. Entah bagaimana ceritanya, Sutopo menusuk kedua penghuni kamar tersebut.
“Saya tahu, ia (Sutopo) turun dari angkot kemudian masuk ke gang. Saya tidak mengira ia akan melakukan pembunuhan,” ujar Sri Nursaeni, 50, pemilik warung yang rumahnya dekat dengan lokasi kejadian.
Sekitar pukul 14.00 siang, ia melihat Sutopo pergi dari kamar korban dan menuju angkutan umum dengan tangan berlumuran darah. Ada warga yang mengejar dan menanyai ia akan ke mana. Sutopo langsung menjawab bahwa ia baru saja membunuh dan ingin menyerahkan diri ke polisi.
“Beberapa warga yang mengetahui kejadian itu langsung mengejar pelaku. Saat ditanya di angkutan, pelaku menjawab akan menyerahkan diri ke kantor polisi,” jelas Sri Nursaeni. Warga kemudian mengikuti pelaku dari kejauhan dan memang benar yang bersangkutan menyerahkan diri ke Polsek Tingkir.
Nursaeni mengatakan, warga langsung menolong kedua korban yang terluka parah. Saat dibawa ke RSUD Salatiga, keduanya masih hidup. Tetapi sesampai di RSUD, Aang telah meninggal dunia. “Warga tidak ada yang tahu kejadiannya. Tidak ada teriakan atau apapun,” jelas dia.
Pemilik kos, Siti Mutiah menjelaskan, korban baru 6 bulan kos di rumahnya. Sementara korban perempuan memang sering datang ke tempat Aang dan membawa uang banyak. “Ia bekerja di perusahaan pemotongan ayam. Setiap siang selalu datang ke sini dan membawa buku rekapan,” jelas Mutiah.
Sementara itu, Kapolres Salatiga AKBP Dwi Tunggal Jaladri melalui Wakapolres Kompol Yusnaldi menuturkan, kejadian tersebut merupakan penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal. Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan dua bilah pisau dapur yang diduga sebagai alat untuk membunuh. “Dari informasi yang diperoleh, diduga penyebabnya adalah hubungan asmara segitiga. Tetapi masih kita dalami lagi,” terang Yusnaldi. (sas/ton)