BPBD Bentuk Relawan Tanggap Bencana

127

UNTUK memantau bencana alam memasuki musim peng­hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan membentuk relawan tanggap bencana yang tersebar ditiap desa se Kota Santri. Adapun masing-masing desa terdiri dua sampai tiga relawan tanggap bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan, Bambang Sujatmiko mengatakan, relawan di tiap desa untuk mempercepat informasi ketika ada bencana alam didaerah tersebut. Dengan demikian penanganan bencana segera diatasi, untuk mengantisipasi adanya korban.
Selain relawan, BPBD telah membuka Posko Pusat Pe­ngen­dalian Operasional penanggulangan bencana untuk menampung informasi dari masyarakat mengenai bencana di Seluruh Kota Santri selama 24 jam. ”Ini untuk mempermudah informasi, karena kami setiap harinya diwajibkan melapor ke Badan Penanggulangan Bencana Provinsi Jawa Tengah selanjutnya diteruskan ke Badan Penanggulangan Benana Nasional,” terangnya.
Bahkan, lanjut dia, tidak hanya relawan atau pusat informasi, ketika ada bencana bantuan logistik siap didistribusikan, di antaranya seperti kompor bio massa, kapal karet, makanan berupa mi instan, tenda yang kini tersimpan di gudang.
Bambang menyebutkan, sejumlah kecamatan yang tercatat se­bagai daerah rawan longsor, di antaranya Kecamatan Pe­tungkriyono, Kesesi, Lebakbarang, Kandangserang, Paning­garan, Talun, Kajen, Doro. Sedangkan daerah rawan banjir, di antaranya, Kecamatan Buaran, Karanganyar, Tirto, Sragi, Siwalan, Wonokerto, Kedungwuni, Bojong dan Wiradesa.
”Diharapkan memasuki musim hujan ini masyarakat kami minta untuk senantiasa waspada terhadap timbulnya bencana, seperti banjir, longsor ataupun angin puting beliung,” imbaunya. (yon/jpnn/smu)