Debby Pecahkan Rekor Poin WNBL Indonesia
SEMARANG – Tim basket putri Sahabat Wisma Sehati (SWS) Semarang menutup laga Seri I Speedy Women’s National Basketball League (WNBL) Indonesia 2013-2014 yang saat ini digelar di Jakarta dengan catatan manis. Natasha Debby Christalin dkk berhasil menundukkan runner-up WNBL musim lalu sekaligus juara dua musim lalu, Surabaya Fever dengan skor meyakinkan 82-62 di Hall A Basket Senayan, Jumat (17/1) kemarin.
Kemenangan tersebut tentunya menjadi modal berharga SWS untuk menghadapi Seri II di Solo 12-16 Februari, mengingat di laga pembuka kemarin SWS harus mengakui keunggulan Tomang Sakti Mighty Bees 70-49. “Ini menjadi modal berharga bagi kami untuk menatap laga selanjutnya. Karena secara mental pasti akan meningkatkan motivasi bertanding anak-anak. Ya mudah-mudahan kami bisa lebih baik,” kata pelatih SWS, Xaverius Wiwid.
Laga kedua SWS di WNBL Seri I kemarin juga menjadi laga istimewa bagi Nathasa Debby. Small forward SWS tersebut mampu mencetak rekor fenomenal. Total Debby mampu mencetak 43 poin di laga tersebut. Torehan 43 poin dalam satu game itu adalah yang tertinggi sepanjang sejarah WNBL Indonesia. Debby mempertajam rekor tertinggi sebelumnya, 32 poin, yang dicatatkan atas namanya sendiri saat menghadapi Rajawali Bandung, di GOR UNY Jogjakarta, 25 April 2012.
Tak hanya mempertajam rekor poin, Debby juga membukukan double-double dalam laga ini menyusul tambahan 10 rebound. Debby melengkapi kontribusi besarnya dalam laga ini dengan mencetak 5 assist. ”Jujur, saya nggak menyangka bisa mencetak poin sebanyak itu. Saya hanya merasa lagi enak bermain. Terima kasih kepada rekan-rekan yang banyak memberi suplai bola kepada saya,” ungkap pemain kelahiran Magelang ini.
Debby benar-benar tak terbendung dalam laga ini. Tak hanya melalui lay up atau jump shot, poin demi poin dia kumpulkan dari hampir setiap titik lapangan. Dia juga tiga kali memasukkan bola dari luar garis tiga angka, serta 10 kali mengeksekusi tembakan bebas dengan sempurna.
Banjir pujian mengalir kepada Debby. Tak terkecuali dari kubu Surabaya Fever. ”Pada laga ini fokus penjagaan kami tujukan kepada Yuni (Anggraeni) dan Sinta (Ayu Ramadhani). Justru Debby yang tidak kami perhitungkan, malah menjadi mesin poin yang sulit dihentikan,” ujar Sapto Wahyu Purnomo, asisten pelatih Surabaya Fever. (bas/smu)