Tiga Perusahaan Lolos Seleksi

138

Pembangunan Pasar Legi

TEMANGGUNG—Tiga perusahaan dari 71 pendaftar pelaksanaan pembangunan Pasar Legi Parakan terpilih sebagai kandidat terkuat untuk menggarap proyek terbesar pada tahun anggaran ini. Ketiga perusahaan tersebut merupakan hasil seleksi lanjut dari 12 perusahaan yang sebelumnya lolos pada tahapan kualifikasi sebelumnya. Namun, tiga perusahaan yang lolos tersebut nama-namanya belum dirilis oleh pemkab.
“Sudah diseleksi, ada tiga perusahaan yang lolos seleksi. Kami sudah menyeleksi dari 12 perusahaan yang sebelumnya telah diseleksi oleh LPSE dan panitia,” kata Bupati Temanggung, Bambang Sukarno, saat melakukan inspeksi lapangan ke pasar darurat Parakan, pagi kemarin (17/1).
Bambang Sukarno berjanji akan segera mengumumkan pemenang lelang pembangunan Pasar Legi Parakan. Ia mengatakan, setelah nanti pemenang lelang di umumkan, dijadwalkan pada 23 Januari mendatang, pihaknya akan mengumpulkan perwakilan pedagang untuk melakukan sosialisasi pembangunan Pasar Legi Parakan.
“Saya tidak ingin pembangunan Pasar Legi Parakan kembali tertunda lagi, saya pastikan tanggal 20 Januari mendatang pemenang lelang sudah bisa di ketahui,” katanya.
Persiapan pembangunan juga telah dilakukan oleh pemkab dengan melakukan sosiali­sa­si zonasi pedangan. UPTD Pengelola Pasar Wilayah Parakan dan Paguyuban Pedagang Pasar Legi Parakan (P3LP) telah menyusun zonasi pedagang. “Ini merupakan salah satu langkah kami untuk mempermudah pembagian tempat jika pasar Legi sudah di bangun nanti,”kata Kepala UPTD Pengelola Pasar Wilayah Parakan Bambang Eko Laksono.
Ia mengatakan, langkah ini ditempuh lebih awal, agar pembangunan Pasar Legi segera direalisasikan oleh pemerintah. Karena menurutnya dalam penyusunan zonasi (pembagian tempat) merupakan salah satu bagian yang harus diselesaikan diawal agar pembangunan pasar sesuai dengan perencanaan dan keinginan dari pedagang. “Bukannya kami mendahului pemerintah, tapi setidaknya dengan persiapan ini tahapan pembangunan pasar bisa segera di selesaikan dan segera direalisasikan,” terangnya.
Ia menuturkan, saat ini pedagang yang terdaftar sekitar 3000 pedagang, baik yang mempunyai los, kios maupun berdagang lesehan. Harapannya semua pedagang yang terdaftar bisa mendapatkan jatah kios ataupun los. “Antara pengelola dan pedagang sudah sering melakukan koordinasi, kami tidak ingin ada permasalahan menjelang, ditengah atau usai pembangunan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pagu­yuban Pasar Legi Parakan (P3LP) Afid Khamim meminta, agar pemerintah segera membangun kembali Pasar Legi Parakan, karena kondisi pasar darurat sangat sepi pengunjung. “Kalau bisa segera dibangun kembali semua pedagang sudah sangat berharap sekali,” harapnya.
Terkait dengan zonasi pedagang di pasar baru nanti, ia mengatakan, mayoritas pedagang di pasar darurat telah menyetujui zonasi yang telah ditetapkan antara UPTD Pengelola Pasar Wilayah Parakan dan Paguyuban Pedagang Pasar Legi Parakan (P3LP). “Memang di awal pembahasan mengalami kesulitan, namun setelahdi bahas beberapa kali akhirnya sebagian besar pedagang sudah menyetujuinya,” tandasnya. (zah/lis)