Dari Kunjungan TPKJM ke Rumah Penderita Gangguan Jiwa

Jumlah penderita penyakit jiwa di Wonosobo yang dipasung masih banyak. Hingga 2013, Dinas Kesehatan mencatat jumlahnya 35 orang. Untuk menanggulangi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Wonosobo telah membentuk Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM). Tim kemarin (17/1) melakukan kunjungan ke lapangan.

Tim beranggotakan lintas sektoral tersebut, menyambangi Bilal , 42, salah satu penderita gangguan jiwa yang berada dalam pasungan, di Desa Sariyoso Kecamatan Wo­no­sobo.
Saat dikunjungi, Bilal ditunggu dua orang tuanya, Hadi Suwito dan Sanem. Selain berdialog langsung dengan Bilal, yang berada dalam kondisi dirantai besi, di ruangan berukuran 3 x 3 meter persegi, tim juga mengorek keterangan dari Hadi dan Sanem, serta salah seorang perangkat desa setempat.
Bilal mengenakan seragam keki bekas, beratribut Pemda Wonosobo. Beberapa kali diajak dialog, bisa menjawab dengan baik. Bahkan ketika ditanya apakah bisa membaca, Bilal menunjukkan kemampuannya membaca artikel di sebuah koran dengan fasih dan lancar.
“Anak saya juga bisa membaca Alquran dengan lancar, serta hafal beberapa surat,” kata ayah Bilal, Hadi Suwoto.
Namun, kata Hadi, ketika setelah selesai membaca kitab suci tersebut, Bilal menunjukkan gelagat buruknya, yaitu melemparkan Alquran selayak sampah.
“Karena itu, kami tak lagi membiarkan Bilal memegang dan membaca Alquran,” katanya.
Hadi menjelaskan langkah memasung terpaksa dilakukan mengingat dalam kondisi tertentu Bilal sering tak mampu mengendalikan emosinya, terutama saat bertemu dengan orang-orang yang tak disukainya. “Kalau sudah mengamuk, saya cemas karena anak saya akan bertindak di luar batas kewajaran dan bisa merugikan keselamatan orang lain,” tuturnya.
Hadi mengatakan, upaya me­nyem­buhkan Bilal telah dilakukan dengan tiga kali membawanya ke Rumah Sakit Jiwa Magelang. Namun, sekembali dari RSJ, penyakit Bilal kembali kambuh. Selama ini, Hadi dan istrinya juga telah berupaya memberikan obat jalan dari Puskesmas Wonosobo.
“Tapi belum berhasil, barangkali TPKJM bersedia membawa ke rumah sakit jiwa,” harapnya.
Menanggapi permintaan tersebut, Asisten Sekda Wonosobo, Eko Yuwono, yang dalam kesempatan tersebut didampingi oleh kabag kesra dan kabag humas setda, serta dokter dari Puskesmas Wonosobo I, mengaku akan segera melakukan koordinasi intensif dengan TPKJM, dan melaporkan kepada Bupati Wonosobo.
“Selain itu, dalam waktu dekat, TPKJM juga akan berupaya melakukan kunjungan serupa ke beberapa penderita gangguan jiwa yang berada dalam pasungan,” ungkapnya. (ali/lis)