RTH Jadi Tempat Mesum

596

KENDAL — Pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di eks terminal bus Desa Sambungsari, Weleri, diduga berubah menjadi lokasi mesum pada malam hari.
RTH seluas satu hektare ini minim penerangan, sehingga berpotensi menjadi tempat mesum.
Informasi yang dihimpun Radar Semarang, lokasi RTH ini menjadi tempat favorit para remaja pada malam hari untuk memadu kasih. Meski di pinggir jalan, tapi karena penerangan tidak memadai, membuat peluang bagi para remaja untuk berbuat mesum. Juga dikhawatirkan nantinya menjadi tempat mangkal pekerja seks komersial (PSK).
Salah satu tokoh masyarakat Weleri, H. Yusuf Darmawan mengaku prihatin dengan kondisi RTH yang rawan tempat prostitusi. Idealnya, saran dia, pada malam hari RTH, lokasi yang dimaksud berpendaran lampu.
”Seharusnya ada penerangan yang memadai, jangan sampai taman kota berubah fungsi menjadi tempat mesum,” katanya, Jumat (17/1) siang.
Ia menuding satpol PP lemah terhadap tempat-tempat yang berpotensi menjadi tempat transaksi seksual. ”Masih lemah pengawasannya, Satpol PP pun jarang melakukan patrol,” timpalnya.
Yuli Asrifah, 21, warga Desa Sambungsari mengatakan, RTH yang sepi dan minim penerangan, membuat warga risi. ”Banyak yang pacaran di situ, tidak tahu ngapain. Tempatnya sepi dan gelap. Seharusnya di RTH ada penerangan yang bagus, sehingga tidak terkesan angker.”
Kasi Penegakan Perda Satpol PP Kendal Muktianto mengaku belum ada laporan dari warga terkait berubahnya fungsi RTH menjadi tempat mesum.
Menurut dia, selama ini transaksi seks di Weleri banyak terjadi di warung-warung Pasar Weleri II. ”Kami fokusnya di Pasar Weleri II, di sana banyak PSK yang mangkal dan banyak penjual warung yang menjual miras. Kalau di RTH belum tahu karena belum ada laporan, tapi pasti akan mengecek ke sana.”
Terpisah Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang M. Fauzi berjanji akan mengecek kondisi lampu yang dipasang di sekitar RTH. Menurut dia, lampu-lampu yang telah terpasang, sengaja dirusak oknum yang tidak bertanggung jawab.
”Penerangan di sana sudah memadai, mungkin rusak atau sengaja dirusak oleh orang. Secepatnya akan kami lakukan pengecekan dan perbaikan.” (den/isk/ce1)