Rp 72 Juta untuk Perbaiki Museum

135

AMBARAWA- Kerusakan di museum Palagan Ambarawa segera dibenahi. Rencananya, untuk perbaikan lantai keramik telah dianggarkan Rp 72 juta dari penetapan APBD 2014.
Pengerjaan akan dikebut, sehingga pada 2014 ini ditargetkan selesai.
Untuk menghindari kerusakan, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Semarang akan menjajaki kerjasama dengan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika untuk penggunaan Subterminal Ambarawa sebagai tempat parkir bus pengunjung museum.
Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Kabupaten Semarang, Partono, mengatakan, pihaknya sudah mengetahui adanya kerusakan tersebut. Karena itu, sudah diusulkan anggaran untuk perbaikan destinasi wisata tersebut.
Anggaran telah disetujui Rp 72 juta dalam penetapan APBD 2014. Selanjutnya, pengerjaan perbaikan akan segera dilaksanakan.
“Untuk pengerjaan segera dilakukan, sehingga bisa meningkatkan kenyamanan para pengunjung museum,” ujar Partono yang ditemui dalam acara pembukaan kejuaraan nasional tenis Yayuk Basuki Cup di Ambarawa, Jumat (17/1) pagi kemarin.
Partono menilai, kerusakan karena konstruksi bangunan tidak kuat menahan beban berat kendaraan yang parkir. Sehingga ada rencana untuk bekerjasama dengan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Semarang untuk penggunaan Subterminal Ambarawa. Kebetulan, Terminal Ambarawa lokasinya hanya beberapa puluh meter dari museum.
“Seharusnya memang tidak untuk parkir kendaraan berat seperti bus dan lainnya. Selama ini, bus besar juga parkir di halaman yang saat ini lantainya rusak. Nanti kita akan jajaki kerja sama untuk penggunaan Subterminal Ambarawa. Jadi bus para pengunjung museum parkir di sana, lalu diangkut pakai kendaraan kecil ke museum,” tutur Partono.
Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang, Achsin Ma’ruf menegaskan, anggaran untuk perbaikan museum sudah disahkan.
Selanjutnya pengerjaan fisik dapat dilaksanakan setelah dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) selesai diserahkan. “Saat ini sudah dianggarkan, kalau penyerahan DPA sudah selesai tinggal pengerjaan fisik saja. (tyo/isk)