Pembangunan Tower BTS Diprotes Warga

167

UNGARAN—Warga RT 1 RW 2 Lingkungan Karanganyar, Kelurahan Ungaran, Kabupaten Semarang, mengeluhkan adanya pembangunan menara Base Transceiver Station (BTS) di lingkungan mereka.
Warga menduga, pembangunan tower tidak ada pemberitahuan dan kompensasi gangguan kepada warga sekitar.
Selain dikeluhkan warga, pembangunan tower setinggi 27 meter, diduga belum mengantongi izin. Meski begitu, pembangunan tower BTS tersebut, dibiarkan saja oleh petugas satpol PP sebagai penegak peraturan daerah. Padahal, lokasi pembangunan tower, berada di seberang jalan, tepat di depan kantor satpol PP.
Pantauan Radar Semarang, pembangunan tower BTS tersebut, sedang berlangsung. Bahkan, pembangunan pagar dan konstruksi pondasi sudah selesai. Rencananya, dalam beberapa hari ini, konstruksi menara berbahan baja setinggi 27 meter akan dipasang. Tower berada sekitar 10 meter dari as jalan perkotaan di Ungaran.
Sunarko, 65, warga RT 1 RW 2 Lingkungan Karanganyar, Ungaran, mengaku tidak pernah ditembusi pembangunan tower BTS tersebut. Malah, klaim dia, kompensasi gangguan keberadaan BTS juga tidak pernah diterimanya.
Sunarko merasa ada ketidakberesan. Sebab, warga yang lokasinya jauh dari BTS, justru mendapatkan kompensasi. Sedangkan ia dan warga lain, Ning Muryati, yang rumahnya hanya berjarak sekitar 10 meter, tidak mendapatkan pemberitahuan dan kompensasi apapun.
“Kalau tidak ada kompensasi, saya akan marah. Sebab kalau ada apa-apa, misalnya roboh, tentu kami yang rugi,” ujar Sunarko, Jumat (17/1) pagi kemarin.
Pengawas pekerja pembangunan, Suyatno, 30, menjelaskan, tower tersebut akan dibangun setinggi 27 meter. Soal perizinan, Suyatno mengaku tidak tahu. Ia beralasan, masalah itu sudah ada yang mengurus.
“Soal perizinan dan kompensasi warga, saya tidak tahu karena itu sudah ada yang mengurusi. Saya hanya mengawasi pekerjaan untuk pondasi ini. Rencananya tinggi tower 27 meter dengan konstruksi tower pohon (berbentuk seperti batang pohon).”
Kepala Badan Penanaman Modal Perizinan Terpadu (BPMPT) Kabupaten Semarang, Valeanto Soekendro mengklaim, pihaknya belum mengeluarkan perizinan untuk pembangunan tower BTS seluler di lingkungan Karanganyar. “Kami belum mengeluarkan perizinan, kami akan berkoordinasi dengan satpol PP. Semestinya penegak Perda bisa langsung bertindak menghentikan.” (tyo/isk)