Pajak Bangunan Warga Naik

196

UNGARAN— Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) perkotaan dan pedesaan pada 2014 menjadi Rp 5,4 miliar. Artinya, ada kenaikan 22,5 persen dari baku PBB pada 2013 sebesar Rp 24 miliar. Kenaikan terjadi setelah dilakukan reklasifikasi nilai jual objek pajak (NJOP).
Kepala Bidang Pendapatan Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Semarang, Aris Abadi, reklasifikasi NJOP yang dilakukan telah menaikkan baku PBB. Adanya reklasifikasi NJOP, secara otomatis ada kenaikan pajak yang harus dibayar oleh para wajib pajak.
“Kenaikan pajaknya tidak terlalu besar. Contohnya semula Rp 35 ribu, setelah reklasifikasi naik menjadi Rp 40 ribu. Pertimbangan, reklasifikasi NJOP karena adanya peningkatan perekonomian masyarakat. Reklasifikasi juga ada acuannya, yakni UU No 28 tahun 2009 tentang pajak daerah dan retribusi,” beber Aris Abadi, Jumat (17/1) kemarin.
Aris mengatakan, target pendapatan PBB 2014 sebesar Rp 21,5 miliar. Sedangkan 2013 lalu hanya Rp 3,5 miliar. Untuk realisasi PBB 2013 sebesar Rp 20 miliar. Atau, melampaui dari target sebesar Rp 18 miliar.
DPPKAD Kabupaten Semarang mulai melakukan pencetakan massal Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) PBB pada Kamis (16/1) lalu. Ada sebanyak 720.000 wajib pajak di Kabupaten Semarang. Sehingga butuh waktu 1,5 bulan untuk melakukan proses cetak dan penelitian serta pemilahan per desa hingga distribusi. (tyo/isk)