Hujan Deras, Satu Rumah Roboh

78

BATANG — Hujan deras yang mengguyur Batang sejak Kamis (16/1) hingga Jumat (17/1) pagi kemarin mengakibatkan satu rumah ambruk di Dukuh Dracik, Kelurahan Proyonanggan. Hujan selama dua hari disertai angin kencang.
Derasnya hujan juga menyebabkan banjir di dukuh tersebut. Puluhan rumah terendam banjir, setinggi 30 sentimeter. Padahal, sebelumnya, Dukuh Dracik, Kelurahan Proyonanggan, tidak pernah terkena banjir.
Satu rumah roboh milik Slamet Bejo, 52, warga Dukuh Dracik RT 03 RW. 04, Kelurahan Proyonanggan Selatan.
Slamet menuturkan, pada Jumat (17/1) pagi sekitar pukul 07.00, turun hujan. Angin juga berembus kencang, hingga menimbulkan suara mencekam.
”Jam 6 pagi, saya sudah khawatir angin kencang, karena atap rumah seperti mau terbang,” tutur Slamet, yang mengalami luka lecet, karena tertimpa reruntuhan genteng.
Menurut dia, tak lama setelah mendengar suara berdenyit, atap dapur rumah terbuka. Pun, atap ruang depan. Tak lama kemudian, semua bagian rumah roboh.
”Pertama atap dapur dulu yang lepas, karena terbawa angin. Anak-anak langsung lari keluar. Saya berada di dalam kamar, belum sempat lari. Saat itu, rumah langsung ambruk,” ungkap Slamet yang masih bingung mencari tempat berteduh.
Sedi Suranto,26, anak Slamet mengaku tidak sempat membawa keluar semua barang dari dalam rumah. ”Kejadiannya sangat cepat.”
Ketika mendengar suara atap dapur lepas, ia lari keluar rumah, menyelamatkan diri. ”Semua barang di dalam rumah rusak, tertimpa bangunan.”
Rumah yang ambruk berukuran 6 kali 14 meter, terbuat dari kayu sengon, bambu, dan sebagian tembok. Rumah itu sudah puluhan tahun belum diperbaiki.
Kapolres Batang AKBP Widi Atmoko memerintahkan anggotanya untuk membantu dan menyelamatkan barang-barang milik korban.
”Polres Batang juga membantu memberikan beras dan beberapa mi instan, sambil menunggu bantuan lain,” tutur Kabag Humas Polres Batang AKP Makhsus.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang, Yesaya Simanjuntak saat meninjau lokasi rumah roboh juga memberikan bantuan. Yaitu, berupa selimut dan terpal. Menurutnya, BPBD akan berkoordinasi dengan SKPD lain untuk memberikan bantuan. (thd/isk/ce1)

Silakan beri komentar.