MUNGKID—Proyek pembangunan SDN Krasak 2 Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang yang bersumber dari DAK 2012 menyisakan masalah. Pembangunan yang tidak rampung menyebabkan siswa terpaksa belajar di tempat parkir.
Ada 10 anak kelas IV yang belajar di parkiran. Jika hujan mereka kebasahan. Jika kena angin kedinginan. Kepala sekolah Nuryanto mengatakan pemindahan kelas ini sudah dilakukannya sejak awal Januari lalu. Awalnya, kelas IV menempati satu ruangan dengan kelas VI. Namun, karena mendekati ujian, adik kelas harus mengalah. ”Karena terganggu KBMnya,” kata dia.
Masalah ini, katanya, bermula saat mendapat bantuan dana alokasi khusus (DAK) bidang pendidikan tahun 2012, senilai Rp 220.500.000. Dana sebesar itu dialokasikan untuk merehab berat ruang kelas IV, V, dan VI. Pelaksanaan rehab dimulai pada Oktober 2012.
Untuk keperluan itu sejak 15 Oktober 2012 setiap ruang dimanfaatkan untuk dua kelas. ’’Ternyata pembangunannya tak kunjung selesai sampai sekarang,’’ keluhnya.
Sehubungan dengan itu murid kelas empat yang berjumlah sepuluh anak harus belajar di tempat parkir ukuran 2 x 6 meter. Ruangannya terbuka, tanpa adanya pagar. Padahal lokasi sekolah yang berada di dekat Gunung Tawing itu tiupan anginnya cukup kencang. ’’Tahun lalu ketika kelas enam hendak ujian juga kami ambil tindakan seperti ini. Waktu itu kelas dua yang berada di tempat parkir,’’ imbuh kepala sekolah asal Desa Sawang Argo, Kecamatan Salaman, itu.
Dia mengakui jumlah murid di SD tersebut tidak terlalu banyak. Kelas I hanya 19 anak, kelas II juga 19, kelas III sebanyak 15 anak, kelas IV sampai VI masing-masing 10 anak. Tetapi tidak mungkin di regroupping (digabung) dengan SD lain, sebab jaraknya lumayan jauh. ’’Kalau diregrup banyak murid yang tidak sekolah, karena letak SD Krasak 1 di dekat jalan raya,’’ tuturnya.
Berkenaan dengan mangkraknya rehab tiga ruang kelas, sejauh ini belum ada kabar dan solusi dari pemkab. ”Dinas hanya suruh sabar dan menunggu,” katanya. (vie/lis)