Akses Jalan Batang-Banjarnegara Rusak

183

BATANG–Hujan deras disertai angin kencang di Batang, juga mengakibatkan jalan perbatasan Kabupaten Batang dengan Banjarnegara rusak.
Tepatnya, jalan yang melintas di Dukuh Wonopriyo, Desa Gerlang, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang. Jalan desa mengalami rusak berat. Tanah retak-retak selebar 5 hingga 10 sentimeter.
Meski akses jalan perbatasan sulit dilalui, warga tetap nekat menggunakan jalan tersebut untuk membawa hasil panen yang akan dijual ke Pasar Banjarnegara. Akses jalan tersebut, merupakan satu-satunya jalan yang dilalui warga Desa Gerlang.
Kepala Dukuh Wonopriyo, Desa Gerlang, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Wanuri mengatakan, sejak seminggu terakhir, tanah sekitar desanya sering bergerak. Menurut dia, meski gerakan tanah tersebut tidak terlalu kencang, namun di beberapa tempat banyak tanah yang retak. ”Jalan perbatasan dengan Banjarnegara ini yang rusak parah, banyak tanah yang retak.”
Wanuri mengklaim, pihaknya sudah melaporkan kerusakan jalan perbatasan. Ironisnya, belum ada respons dari Pemkab. ”Saya inginnya ada kepastian, kapan jalan perbatasan ini diperbaiki,” lanjut Wanuri.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang, Yesaya Simanjuntak, mengatakan, lokasi bencana tanah bergerak ada di Dukuh Wonopriyo, Desa Gerlang, Kecamatan Blado. Kondisinya cukup memperihatinkan. Utamanya, jalan perbatasan Kabupaten Batang dan Banjarnegara. ”Kami langsung meninjai lokasi, setelah warga desa lapor ke BPBD.”
Yesaya juga mengatakan, Pemkab berencana membantu pembangunan jalan alternatif tersebut, melalui dana tidak terduga. ”Kami sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA).”
Kepala Bidang Prasarana Jalan Desa Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA), Kabupaten Batang, Bambang Dwi Ismono menegaskan, penanganan kejadian bencana di Desa Gerlang harus cepat dilakukan. Menurut dia, jika lambat dilakukan, maka membahayakan masyarakat Gerlang dan sekitarnya.
”Kunjungan kita untuk survei, sekaligus untuk mengetahui berapa anggaran yang dibutuhkan, bagaimana perencanaannya. Dalam waktu dekat kita bangun jalan alternatif.” (thd/isk/ce1)