MUNGKID­—Desa wisata di Kecamatan Borobudur belum sepenuhnya berkembang meski memiliki wisata dunia. Agar penyebaran wistawan tak terpusat ke candi perlu dilakukan banyak promosi.
Salah satu kegiatan yang akan dilaksanakan adalah jalan sehat dengan target 10 ribu peserta. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memeriahkan Hari Pers Nasional bekerja sama dengan desa-desa wisata.
Kegiatan akan dilaksanakan Minggu (26/1). Lokasi start dan finish jalan santai akan dilakukan di Lapangan Hotel Pondok Tingal, Borobudur mulai pukul 07.00 WIB.
Ketua panitia HPN Yohanes Bagyo mengatakan pengunjung Candi Borobudur mencapai 3.362.061 dalam setahun. Dari jumlah itu sebanyak 3.145.846 merupakan wisatawan nusantara (wisnus) dan 216.215 wisatawan mancanegara (wisman).
”Wisatawan yang ke Borobudur tembus 3 juta namun yang berkungjung ke desa wisata masih sedikit. Padahal Borobudur tidak hanya candi saja. Borobudur juga punya banyak desa wisata dengan keunggulan masing-masing,” kata dia.
Padahal, kata Bagyo, desa wisata di sekitar Borobudur sangat potensial untuk dikembangkan. Seperti kerajinan gerabah Klipoh, patung abu vulkanik di Djowahan, rickrok di Wanurejo, serta kerajinan batik di sembilan desa wisata.
Ada juga seniman yang menghasilkan berbagai karya patung, lukisan, karikatur, instalasi dan lainnya. ”Potensi-potensi tersebut selama ini belum tergarap. Lewat kegiatan ini kami mengajak wisatawan untuk mampir ke desa-desa wisata di sekitar Borobudur,” kata dia.
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Kadir Karding menambahkan, pihaknya mendukung upaya untuk mempromosikan pariwisata di desa wisata sekitar Candi Borobudur.
Hal ini sesuai bidang kerja Komisi X yang membidangi pendidikan, pemuda, olahraga, pariwisata, kesenian, dan kebudayaan. (vie/lis)