Pemdes Harus Tingkatkan Kualitas

159

WONOSOBO—Pemerintah desa di Kabupaten Wonosobo diharuskan meningkatkan kualitas manajemen pemerintahan. Di antaranya meningkatkan manajemen pelayanan, tranparansi anggaran. Hal ini menyusul disahkannya Undang-Undang Desa.
“Disahkannya UU Desa tersebut, juga akan diikuti dengan besarnya dana yang dikucurkan pemerintah untuk desa di seluruh Indonesia,”kata Bupati Wonosobo Kholiq Arif kemarin (16/1) di sela peresmian proyek-proyek hasil kegiatan program keserasian sosial berbasis masyarakat (KSBM) di Dusun Siteki Desa Rogojati Kecamatan Sukoharjo.
Kholiq mengatakan, dengan bertambahnya alokasi dana ke desa, tanpa adanya kesiapan dari kades, perangkat dan segenap warga masyarakat untuk mengalokasikan dana-dana tersebut, bisa jadi justru permasalahan yang muncul lebih banyak, dibanding manfaat positifnya.
Kholiq meminta kades dan para perangkat mengajak masyarakatnya membudayakan kembali rutinitas gotong royong. Dengan terbangunnya budaya gotong royong di kalangan masyarakat desa, berapapun besarnya dana yang mengalir ke desa, diyakini bupati tidak akan salah sasaran.
“Hal ini tak lepas dari filosofi gotong royong, melahirkan budaya bekerja sama dengan sesama warga masyarakat, sehingga dalam pengelolaan keuangan pun, lebih transparan,” katanya.
Dikatakan, dengan adanya transparansi dalam penggunaan dan pengelolaan dana pembangunan tersebut, maka para kades pun, akan lebih aman dan nyaman dalam memimpin masyarakat dalam upaya meraih kehidupan desa yang lebih maju dan sejahtera. “Salah satu upaya membudayakan kembali gotong royong, bisa kita lihat dari implementasi program keserasian sosial berbasis masyarakat ini,” ujarnya.
Kepala Dinas Sosial Agus Pur­nomo mengatakan, program keserasian sosial berbasis masyarakat digelar di tiga desa, yaitu Rogojati dan Gumiwang, Kecamatan Sukoharjo, dan Desa Lumajang Kecamatan Watumalang. Berbagai kegiatan bersifat fisik maupun nonfisik diadakan di ketiga desa tersebut.
“Kunci program ini, semangat gotong royong warga desa masing-masing,” tandasnya.
Hal tersebut menurut Agus sesuai dengan tujuan KSBM, yang berupaya mewujudkan integrasi sosial dalam tatanan hidup berdampingan, secara damai melalui sistem dan mekanisme kerukunan sosial sehingga terwujud masyarakat tanpa konflik.
Dirincikan Agus, melalui pro­gram ini, Desa Rogojati, men­dapat alokasi dana sebesar Rp 109 juta, untuk membangun talut dan senderan, berhasil menja­ring dana swadaya Rp 16 juta.
Desa Gumiwang, berhasil me­ng­umpulkan dana swada­ya sebesar Rp 18 juta, Desa Lumajang dari dana Rp 109 juta yang dikucurkan, Rp 15 juta di antaranya adalah swadaya masyarakat. (ali/lis)

Tinggalkan Komentar: