Gadis Cantik Diduga Dibunuh

204

Mayatnya Dibuang di Hutan Darupono
KENDAL — Belum terungkap kasus pembunuhan sopir truk semen di Jalan Arteri Kaliwungu, kasus serupa kembali menggemparkan Kendal. Kali ini, sesosok mayat perempuan ditemukan membusuk di hutan Desa Darupono, Kecamatan Kaliwungu Selatan, tepatnya petak 45 Palir KRPH Darupono Rabu (15/1) petang.
Jenazah yang diduga bernama Nafidhatul Khaeroh,19, warga Desa Kebonagung RT 01 RW 01, Kecamatan Ngampel, Kendal itu dipastikan korban pembunuhan. Dugaan sementara, pelakunya kawanan perampas motor. Sebab, motor Yamaha Jupiter Z warna merah yang dikendarai korban yang berwajah cantik dan berhijab itu raib.
Informasi yang dihimpun Radar Semarang menyebutkan, mayat korban kali pertama diketahui oleh dua pencari rumput, yakni Jumari, 50, dan Sutrisno, 30, keduanya warga Desa Darupono, Kaliwungu Selatan. Saat ditemukan Rabu petang, korban sudah dalam keadaan membusuk, dan tidak ada identitas yang tertinggal sehingga sulit dikenali.
Korban mengenakan baju biru dan celana jins biru. Selain itu, korban membawa tas jinjing yang tertindih tubuhnya dengan ciri-ciri terdapat bekas luka bakar di betis kanannya. Penemuan mayat itu selanjutnya dilaporkan ke Kades Darupono, Agus Subaidi.
“Saya dapat laporan dari warga bernama Jumari dan Sutrisno yang menemukan mayat ketika sedang mencari rumput. Awalnya, mereka mencium bau busuk, setelah dicari ternyata ada mayat wanita yang sudah membusuk. Saya kemudian melaporkan ke Polsek Kaliwungu,” jelas Agus Subaidi kepada Radar Semarang, Kamis (16/1) siang.
Begitu menerima laporan, sejumlah petugas Polsek Kaliwungu langsung meluncur ke lokasi penemuan mayat. Namun saat itu, polisi kesulitan mendapatkan identitas korban. Polisi hanya menemukan sebuah korek api warna hijau di dekat korban, tas, serta sepasang sepatu dan sebuah kain hitam. Korek api itu diduga milik pelaku yang tertinggal.
“Kami melakukan olah TKP sekitar pukul 16.00. Kami menemukan korban meninggal dengan posisi terlentang dan sudah membusuk,“ jelas Kapolres Kendal AKBP Harryo Sugihhartono melalui Kapolsek Kaliwungu AKP Andhika Wiratama.
Andhika menduga, korban sudah meninggal lebih dari 3 hari. Guna mengetahui penyebab pasti kematiannya, saat itu juga jenazah korban dievakuasi ke RS Bhayangkara Semarang.
Identitas korban diketahui setelah pihaknya menyebarkan informasi penemuan mayat tersebut ke masyarakat. Kamis (16/1) pagi kemarin, ada warga yang mengaku kehilangan putrinya selama 4 hari sejak Minggu (12/1). Berdasarkan ciri-ciri yang ada, warga tersebut yakin jika mayat itu putrinya.
“Ada warga yang mendatangi kami. Namanya Pak Kastamin, warga Desa Kebonagung RT 01 RW 01, Kecamatan Ngampel. Dia yakin mayat itu putrinya, Nafidhatul Khaeroh yang hilang sejak 4 hari lalu. Kami memang masih menunggu hasil otopsi RS Bhayangkara, tapi Pak Kastamin sudah yakin kalau yang meninggal itu putrinya,” paparnya.
Hingga kemarin, pihaknya belum mengetahui motif pembunuhan terhadap Nafidhatul. Namun ada dugaan, korban dibunuh oleh pelaku perampasan motor. Sebab, saat terakhir kali korban pamit bekerja menggunakan sepeda motor Yamaha Jupiter Z warna merah. “Belum tahu motifnya, saat ini masih terus kita selidiki. Ada dugaan perampasan motor,” ujarnya.
Hingga petang kemarin, jenazah korban masih berada di RS Bhayangkara Semarang. Aparat kepolisian masih menunggu hasil otopsi untuk memastikan penyebab kematian dan identitas korban yang sebenarnya. (den/aro/ce1)