TEMANGGUNG—Harga komoditas daging ayam di pasaran mengalami lonjakan cukup tinggi. Diduga, kenaikan tersebut terjadi akibat tingginya permintaan pasar terhadap komoditas daging untuk perayaan upacara keagamaan Maulid Nabi. Meski mengalami kenaikan, namun ketersediaan barang di pasaran masih aman.
Para pedagang melihat, lonjakan pembelian komoditas daging tertinggi terjadi pada bulan maulid dalam kalender bulan dibanding dengan menjelang hari raya atau Ramadan. Sebab, pada bulan tersebut banyak dilakukan upacara keagamaan dan upacara adat.
”Selama dua hari ini ada kenaikan daging ayam cukup tinggi dibandingkan hari sebelumnya. Paling hanya dua hari ini saja, karena untuk peringatan Maulid Nabi,” jelas Athok, 52, salah seorang pedagang daging ayam, di pasar darurat Parakan.
Ia mengatakan intensitas pembelian juga mengalami kenaikan karena tingginya permintaan pasar. Dalam satu hari, ia biasa menjual antara 50-100 kilogram, namun dalam satu pekan terakhir, ia mampu menjual antara 2-4 kuintal daging.
Keterangan serupa juga dikatakan Juni, 30, penjual daging ayam di pasar Ngadirejo, kemarin. Dia menyebutkan, harga daging ayam baik (tak campur) saat ini Rp 27 ribu per kilogram, sebelumnya hanya Rp 24 ribu per kilogram. Sedangkan ranggasan (campuran daging, cakar dan kepala) Rp 22 ribu per kilogram, yang sebelumnya Rp 18 ribu per kilogram.
Diakui, dua hari menjelang peringatan Maulid Nabi ini persediaan daging juga naik. Kenaikannya mencapai bisa 50 persen, yang semula 50 kg naik menjadi 75 kg hingga 100 kg. Sedangkan kenaikan harga daging sapi semula Rp 90 ribu naik menjadi Rp 95 ribu per kilogram. Sedang untuk harga beras tidak ada kenaikan. Semua beras, baik ciherang, delanggu atau jenis lain ukuran medium harganya antara Rp 8 ribu per kilogram hingga Rp 9 ribu per kilogram. (zah/lis)