Empat Truk Diterjang Lahar Dingin

188

MUNGKID—Banjir lahar dingin Gunung Merapi untuk pertama kalinya di tahun 2014 terjadi kemarin siang. Akibatnya empat unit truk penambang pasir terjebak dan diterjang banjir di Kali Pabelan tepatnya di Dusun Bakalan Desa/Kecamatan Sawangan.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, hanya saja, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah akibat kerusakan truk-truk itu. Keempat truk itu masing-masing nopol AA 1967 GB yang dikemudikan Muhfid, 20, warga Pabelan Kecamatan Mungkid Kabupaten Magelang, truk nopol H 1790 ER yang dikendarai Nurkholis, 35, warga Bawen Kabupaten Semarang, dump truk H 1835 AW yang disopiri Tukinan, 40, warga Kota Salatiga. Kemudian truk bernopol G 1976 yang dikemudikan Faizin, 40.
Keempat truk itu berada di satu lokasi. Hampir semuanya menderita kerusakan yang parah karena seluruh badan truk tertimbun material pasir dan batu. ”Tadi banjir datang itu sekitar pukul 13.20 siang. Kemungkinan besar banjir lokal karena di puncak Merapi hanya gerimis,” kata Hendri, relawan Guruh Merapi, kemarin.
Menurutnya, banjir kemarin berasal dari Kali Tringsing. Sementara hulu Sungai Pabelan yang lainnya yakni Sungai Apu, Senowo diketahui masih normal.
”Dari hulu Sungai Tringsing ini hanya kisaran 10 menit sampai ke sini airnya,” kata dia.
Muhfid, salah satu sopir truk mengatakan banjir terjadi dengan cepat. Belum sempat naik ke atas sungai truk yang dikemudikannya sudah terkena material banjir.
Tukinan, sopir truk lainnya mengaku kesulitan naik ke atas sungai karena antrean truk yang cukup panjang. ”Tadi kalau tidak antre saya bisa saja keluar,” katanya.
Saban hari, di lokasi tersebut ratusan truk mengambil pasir yang diambil menggunakan alat berat. Kemarin, ada tiga alat berat yang diketahui beroperasi di kawasan itu.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Joko Sudibyo membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, banyak penambang yang tidak segera mengindahkan peringatan bahaya banjir lahar dingin. ”Padahal sudah diingatkan,” katanya.
Banjir lahar dingin ini, kata dia menunjukkan jika potensi ancamannya masih sangat tinggi. ”Ini baru berasal dari sungai lokal belum dari puncak Merapi. Artinya akan lebih bahaya lagi,” kata dia. (vie/lis)