Galian Pipa Tanggung Jawab Cipta Karya

107

TEMANGGUNG—DPRD Kabupaten Temang­gung mendesak Pemerintah Kabupaten Te­manggung menegur PDAM Tirta Agung yang melakukan penggalian pipa dengan minimnya pengamanan. Desakan tersebut disampaikan menyusul banyaknya kecelakaan lalu lintas yang timbul akibat penggalian tanpa pengamanan dan penutupan galian tidak sempurna.
Anggota Fraksi PPP DPRD Temanggung, Mudiyanto mengatakan, pihaknya meminta agar Bupati Temanggung menegur PDAM yang merupakan BUMD miliknya untuk mengindahkan faktor keamanan dan kenyamanan. Sebab, dari pantauannya banyak terjadi kecelakaan lalu lintas. “Penggalian tidak diberi alat pengaman dan petunjuk ini sangat membahayakan pengguna jalan, terutama saat malam hari,” katanya.
Ia mengatakan, dari penga­mat­an, sejumlah kecelakaan ke­cil acap kali terjadi di sepanjang jalur galian. Selain karena minim penerangan dan petunjuk, penutupan galian yang tidak sempurna juga menyebabkan kendaraan sering terjebak pada kubangan bekas galian.
Hal senada juga diungkapkan politisi Partai Golkar, Slamet, SE. Selain galian pipa PDAM, galian fiber optik juga harus mengindahkan faktor keselamatan pengguna jalan dan tata keindahan kota. Dengan penggalian dan penutupan yang tidak sempurna menyebabkan tatanan terkesan kotor dan tidak terawat.
Terpisah, Direktur PDAM Tirto Agung Temanggung, Suparto Edi Sucahyo mengatakan proyek galian tersebut memang merupakan galian yang diperuntukan PDAM Tirta Agung Temanggung. Namun, tanggung jawab atas proyek tersebut berada di tangan Satker Cipta Karya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. “Itu yang mengerjakan satker, kami hanya dilibatkan sebagai pengawas,” katanya.
Ia mengatakan, terkait banyaknya keluhan masyarakat, pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan satker. Salah satu hasilnya, Satker Cipta Karya akan melakukan perbaikan optimal bagi keluhan-keluhan yang dialami oleh masyarakat. “Nanti pekerjaan akan diserahkan kepada kami setelah selesai, kami diminta untuk membantu kerugian akibat proyek tersebut,” terangnya.
Ia mengatakan, salah satu bentuk kompensasi yang akan diberikan adalah terjadinya runtuh tanggul di Parakan yang salah satunya disebabkan oleh pekerjaan galian. Atas kejadian tersebut, PDAM Tirta Agung diminta untuk memberikan kompensasi berupa bantuan perbaikan. (zah/lis)