WONOSOBO—Rencana kenaikan tarif air PDAM Wonosobo, tinggal menunggu waktu. Kemarin (9/1) PDAM melakukan rapat koordinasi (rakor) dengan pejabat pemkab dan kecamatan. Hasilnya, dipastikan tarif PDAM segera naik, tinggal menunggu peraturan bupati.
“Penyesuaian tarif yang dilakukan PDAM Tirta Aji, merupakan sebuah keniscayaan, di tengah kondisi perekonomian yang juga makin meningkat,” ujar Sekretaris Daerah Eko Sutrisno Wibowo, di sela penyampaian alasan kenaikan tarif oleh Direktur PDAM Retnoningsih kemarin.
Dengan adanya penyesuaian tarif, Eko berharap pelayanan dan penyediaan air oleh PDAM Tirta Aji juga semakin berpihak kepada pelanggan. Selain memperluas jaringan pelayanan, juga menyoroti kualitas air produk PDAM Tirta Aji.
“Bila selama ini baru sebatas air bersih, ke depan Tirta Aji dapat menyediakan air yang ketika sampai di rumah pelanggan sudah siap minum. Disertai tuntutan peningkatan kualitas pelayanan dari pelanggan, maka PDAM juga harus merespons secara positif,” katanya.
Sementara itu, Dirut PDAM Retnoningsih mengatakan, melalui rakor tersebut para pejabat di lingkup SKPD dan para pemangku wilayah akan dapat memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait rencana penyesuaian tarif.
“Melalui rakor ini akan berfungsi sebagai sarana komunikasi,” ujarnya.
Menurut Retnoningsih, penyesuaian tarif air tersebut didasari oleh tiga alasan utama. Meliputi meningkatnya biaya operasional sebagai alasan pertama penyesuaian tarif. Selain itu, tarif baru tersebut bertujuan untuk mempertahankan kelangsungan pelayanan kepada pelanggan, serta demi menambah pasokan air.
“Dengan tarif yang lebih mendekati full cost recovery, atau tarif dasar seharusnya tersebut, kami meyakini masyarakat akan lebih optimal menikmati hak atas air, khususnya di wilayah-wilayah yang belum memperoleh akses air bersih,” terangnya.
Dijelaskan, melalui penyesuaian tarif, PDAM Tirta Aji juga akan menambah pemasangan sambungan murah untuk masyarakat.
Beberapa besaran kenaikan tariff, di kalangan rumah tangga (RT) golongan I dengan pemakaian antara 1-10 m3, yang sebelumnya Rp 1.150 per m3, berubah menjadi Rp 1.300 per m3.
Sementara untuk pemakaian di atas 10 m3 dan di bawah 20 m3, kenaikan berkisar antara Rp 150 sampai Rp 200 per meter kubik. Kenaikan terbesar, disebut Retno ada di pelanggan yang menggunakan air lebih dari 21 meter kubik yaitu mencapai Rp 800 per m3, dari sebelumnya Rp 1.700 menjadi Rp 2.500.
Untuk kalangan niaga, mulai golongan niaga I sampai golongan industri V, kenaikan tarif air berkisar dari Rp 400 sampai Rp 1.200 per meter kubik. “setelah menggelar rakor, untuk kenaikan resmi menunggu perbup,” tandasnya. (ali/lis)