Dicekoki Miras, Diperkosa, Direkam

124

MUNGKID—Aksi bejat dilakukan oleh tiga pemuda asal Kecamatan Kajoran Kabupaten Magelang. Mereka tega memperkosa, Mawar, 15, (bukan nama sebenarnya) yang tak lain adalah tetangganya.
Sebelum diperkosa, korban terlebih dahulu dicekoki minuman keras (miras). Adegan layaknya suami istri itu juga direkam. Ke­ma­rin, korban ditemani oleh anggota keluarga dan lembaga bantuan hukum melaporkan kasus itu ke Mapolres Magelang. Sebagai terlapor adalah R, S dan P.
Menurut keterangan korban peristiwa memilukan itu terjadi Juni 2013 lalu. Dia tidak berani melapor karena diancam videonya akan disebarluaskan oleh para pelaku.”Kami minta petugas segera menangkap ketiga pelaku. Ini penting, agar ketiganya tidak kabur dan melakukan perbuatan itu lagi,” kata Suwarno didampingi M Sofyan Lubis dan Alisman Daeng Mario, tim pengacaranya.
”Ini kami lakukan, agar masya­rakat ikut mengawal kasus ini. Apalagi, korban masih di bawah umur. Yang jelas, pelaku kami laporkan didasarkan pasal 81, 82 junto 55 ayat 1 ke 1 KUHP dan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancam­an hukum 15 tahun penjara,” terangnya.
Menurutnya, awal mula kejadian perkosaan itu, berawal dari SMS salah satu pelaku berinisial P. Dia mengajak korban yang masih duduk di bangku SMP itu untuk mancing di sungai pinggir desa.
Kebetulan, pelaku mengetahui korban suka mancing. Tanpa curiga, korban pun mengikuti ajakan pelaku. Sampai di gubug dekat sungai, P mengajak korban berhenti dan meminum sebuah minuman yang diduga sudah dicampur miras. Alasannya, pelaku masih menunggu beberapa temannya.
Setelah minum cukup banyak, korban pun pingsan. Saat itulah, korban diperkosa secara bergantian. Saat diperkosa itu salah satu pelaku merekamnya. Setelah sadar, pelaku baru menyadari jika dirinya telah menjadi korban perkosaan. Namun karena takut ancaman pelaku yang akan menyebarluaskan video saat dirinya diperkosa itu, korban tidak berani lapor.
Baru setelah keluarga korban mendapati video itu tanpa sengaja dari sebuah konter HP di Kecamatan Kajoran, korban diantar kakak dan tim pengacaranya melapor ke Polres Magelang. “Ya benar, kami sudah menerima laporan itu. Untuk selanjutnya, akan kami pelajari dan secepatnya tindak lanjuti,” kata Kapolres Magelang, AKBP Murbani Budi Pitono melalui Kasubag Humas, AKP Parmanta Puji Yuwana. (vie/lis)