TEMANGGUNG—Penerimaan pegawai Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kabupaten Temanggung oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi dan UMKM setempat dinilai tidak transparan. Para pendafar seleksi mengaku kecewa dengan proses tersebut.
“Kami sudah mengajukan protes ke Dis­per­indagkop dan UMKM, tetapi tidak mendapatkan tanggapan positif. Menurut kami proses seleksi ini tidak transparan,” kata Andriyono, warga Lingkungan Kepatihan Kelurahan Temanggung II Kecamatan Temanggung.
Ia bersama sejumlah pendaftar lainnya telah melakukan pengaduan, namun, pengaduan yang disampaikan ternyata tidak dilakukan tindak lanjut sehingga terjadi ketidakjelasan atas proses rekruitmen tersebut.
Dwi Untoro Oktariswan, warga Desa Kauman Kecamatan Candiroto mengatakan, sebagai pen­daftar, ia telah memulai tahapan-tahapan proses dan mengikuti seleksi BPSK yang dimulai 21 November 2013 lalu. Pada seleksi tersebut diikuti oleh empat orang. “Ada tes psikologis, tes akademis dan sebagainya. Selesai seleksi pada tanggal 25 November 2013,” katanya.
Ia mengatakan, pada 3 De­sember 2013 lalu, ia mengaku men­dapatkan pesan singkat me­lalui short message services (SMS) dari Disperindagkop dan UMKM. Isi pesan yang disampaikan adalah ucapan terima kasih atas partisipasi dalam seleksi BPSK. “Terima kasih atas partisipasinya dalam seleksi BPSK Kab. Temanggung, kami ucapkan terima kasih,” ujarnya menirukan bunyi SMS.
Mendapatkan ketidakpastian, ia bersama tiga pendaftar lainnya kemudian mendatangi Disperindagkop dan UMKM untuk mengklarifikasikan hal tersebut. “Kami sudah tanyakan dan tidak ada kejelasan,” tandasnya. (zah/lis)