Jumlah Tersangka Bisa Bertambah

195

Berkas Idham Cholid Segera Dilimpahkan

WONOSOBO—Berkas penyidikan tahap pertama tersangka Idham Cholid mantan Ketua DPRD Wonosobo periode 1999-2004 sudah selesai. Kejaksaan Negeri Wonosobo sudah menaikkan status penyidikan tahap II atau penuntutan. Dalam kasus ini, berpotensi muncul tersangka lain. Karena kebijakan ini dilakukan secara berjamaah.
“Korupsi umumnya tidak berdiri sendiri, kemungkinan akan ber­kem­bang muncul tersangka lain,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Wo­no­sobo Suharto kemarin (8/1) saat ditemui Radar Semarang di kan­tornya.
Suharto mengatakan, dalam kasus dugaan penyelewengan APBD Wonosobo periode 2002, 2003 dan 2004, melalui tiga komponen anggaran, yakni dana purna bhakti, asuransi kesehatan dan tali asih untuk 45 anggota DPRD periode itu. Sangat mungkin tidak dilakukan sendiri oleh Idham Cholid.
“Namun untuk membuktikan adanya tersangka lain, kita tunggu hasil persidangan. Dari hasil fakta persidangan ini akan kami dalami,” katanya.
Dikatakan, sidang dengan tersangka Idham, ditargetkan akan digelar pada akhir Januari. Proses penyidikan tahap pertama, sudah selesai atau dinyatakan P21 (lengkap) pada Senin (6/1) lalu. Saat ini kasus sudah dinaikkan masuk penyidikan tahap II atau penyusunan penuntutan.
“Setelah selesai penyusunan penuntutan oleh jaksa penuntut umum (JPU), kasus akan segera kami limpahkan ke Pengadilan Tipikor Semarang,” ujarnya.
Dalam sidang ke depan, kata Suharto, para saksi sudah disiapkan, termasuk mantan anggota DPRD yang menjabat pada periode 1999-2004 silam. “Melalui sidang ini, maka keterangan dari para saksi akan menguak tentang fakta lain dari kasus ini,” tuturnya.
Pihaknya bantah melakukan tebang pilih dalam menguak kasus dugaan korupsi APBD ini.
“Kalau dalam fakta persidangan muncul tersangka baru, pasti kami dalami dan tindak lanjuti,” tandasnya.
Ditambahkan, dengan memasuki penyidikan tahap dua ini, penahanan Idham ditambah 20 hari sejak 6 – 25 Januari. Setelah itu, berkas dilimpahkan dan menjadi tahanan Pengadilan Tipikor Semarang.
“Penyusunan tuntutan bisa berjalan cepat, kasus segera kami limpahkan,” imbuhnya.
Seperti diberitakan koran ini, Idham Cholid ditetapkan sebagai tersangka terkait kebijakan dugaan kasus penyelewengan APBD 2003, 2004. Pada saat itu dia menjabat sebagai ketua DPRD Wonosobo periode 1999-2004.
Ada tiga komponen anggaran yang ditetapkan oleh DPRD Ka­bupaten Wonosobo yang diduga ada penyelewengan. Yakni dana purna bhakti, asuransi kesehatan dan tali asih (pesangon purnatugas) DPRD. Dari tiga komponen tersebut, jumlah yang diterima oleh masing-masing anggota DPRD secara keseluruhan sekitar Rp 80-an juta. Ketiga kebijakan ini, dinilai melanggar dan membuat negara mengalami kerugian hampir Rp 4 miliar. (ali/lis)