WONOSOBO—Nahas dialami pa­sangan suami istri (pasutri) Wah­yudin alias Fahruroji, 49, dan Hi­dayah, 45, warga Desa Kalilembu Kecamatan Dieng. Berniat akan membantu memasak di rumah kakaknya Miskilah, 50, tiba-tiba tabung elpiji berukuran 3 kilogram bocor. Akibatnya, terjadi kebakaran dan api menyambar wajah dan tubuh ketiga orang tersebut.
Informasi yang dihimpun Radar Semarang kejadian berlangsung Selasa (7/1) sekitar pukul 19.00. Saat itu, Fahruroji dan Hidayah, tengah berada di rumah kakaknya Miskilah, untuk membantu mempersiapkan jamuan makan, karena akan memperingati tujuh hari kematian almarhum Mustofa, suami Miskilah.
Sejak pukul 18.30, Hidayah ber­sama Miskilah sibuk di dapur untuk memasak beberapa menu makanan. Keduanya memasak menggunakan kompor gas elpiji dan tungku kayu bakar. Karena banyak yang dimasak, gas elpiji 3 kg yang digunakan habis, kemudian Hidayah meminta suaminya untuk mengganti dengan gas baru. Saat gas baru dibuka klepnya, ternyata klep bocor.
Dengan kondisi itu, ketiga orang yang berada di dapur tersebut panik. Fahruroji kemudian membawa tabung gas elpiji 3 kg tersebut, ke kamar mandi yang letaknya di sebelah dapur. Saat itu, bocoran gas semakin kencang dan memenuhi ruang dapur, gas merembet dan menimbulkan api yang diduga dipicu dari tungku api kayu.
“Akibat kejadian ini, Fahruroji dan Hidayah tubuhnya mengalami luka parah. Sedangkan Miskilah hanya mengalami luka bakar pada bagian kaki dan tangan,”kata Khotib, 40, saudara kandung Fahruroji.
Kapolsek Kejajar AKP Sujud mengatakan, akibat kejadian ini, ketiga korban mengalami luka bakar. Hidayah mengalami luka bakar paling parah, pada bagian kaki, tangan perut dan muka. Sedangkan Fahruroji luka pada bagian muka, tangan dan perut.
“Untuk Miskilah terkena luka ringan, hanya terbakar pada bagian kaki, karena posisinya cukup jauh dari tungku,” ujarnya.
Sujud mengatakan, meski menyebabkan luka bakar, akibat kejadian ini kondisi bangunan dapur milik Miskilah aman. “Tidak ada kerugian material, dapur tidak terbakar,” tandasnya.
Humas RSUD Setjonegoro Wonosobo Tri Utami menga­takan, akibat musibah ini, korban yang paling parah yakni Hidayah. Berdasarkan rekam medik, hampir 30 persen tubuh korban terbakar. Bahkan korban harus dirujuk ke RS Margono Soekarjo Purwokerto karena RSUD Wonosobo tidak bisa menangani. “Kami akan rujuk korban hari ini ke Purwokerto, karena peralatan medis kami tidak memenuhi,” paparnya.
Sedangkan korban Fahruroji, lanjut Tri, luka bakarnya sekitar 6,5 persen dari bagian tubuhnya. Luka yang dialami pada bagian tangan, muka dan perut. Untuk korban yang satu ini, akan menjalani perawatan di RSUD Setjonegoro Wonosobo. “Untuk korban ketiga, karena luka ringan rawat jalan dan sudah pulang,” ujarnya.
Kedua korban Fahruroji dan Hidayah dirawat di bangsal Bougenvile nomor 301. Kedua korban tidak bisa berkomunikasi, karena mukanya lebam dan menghitam akibat luka bakar. Luka di kaki Hidayah dari lutut ke bawah tampak gosong, tangan kanan kiri serta mukanya juga gosong. Sedangkan suaminya, luka pada bagian muka, perut dan tangan kiri. Sejumlah kerabat dan tetangga korban, kemarin silih berganti membesuk kedua korban. (ali/lis)