Truk Kurang, Sampah Menumpuk

186

TEMANGGUNG – Lantaran keterbatasan armada truk pengangkut, sampah di Pasar Candiroto seringkali menumpuk sehingga tak juga dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) di Sanggrahan, Kranggan.
Salah seorang warga Candiroto, Yanto mengatakan, seringkali bak penampung yang terletak di dekat pasar tersebut tak mampu menampung sampah yang ada. Sehingga, sampah-sampah itu meluber dan menumpuk di luar bak penampung, serta dihinggapi banyak lalat.
“Selain bau dan menjadikan pemandangan lingkungan kumuh, sampah-sampah yang menumpuk dan dihinggapi banyak lalat tersebut tentunya juga bisa menjadi penyebar bibit penyakit, “tuturnya.
Dikatakannya, letak bak penampung sampah itu juga berdekatan dengan pemukiman penduduk setempat. Karena itu, kemungkinan bisa saja, lalat-lalat yang hinggap di sampah itu lalu terbang dan membawa bibit penyakit ke rumah-rumah warga di pemukiman tersebut.
Menurut dia, sudah lama warga dan pedagang mengeluhkan sampah yang hampir selalu menumpuk itu. Sehingga dia berharap pengambilan sampah di pasar itu tidak terlambat, sehingga penumpukan sampah bisa dihindari.
Sekretaris Disperindagkop dan UMKM, Ripto Susilo mengatakan, armada truk pengangkut sampah di dinasnya terbatas, yakni hanya satu. Karena itu, sampah di Pasar Candiroto itu seringkali tidak bisa diambil dengan segera, dan akhirnya menumpuk. “Hal tersebut karena truk pengangkut sampah yang kami miliki hanya satu, dan digunakan untuk mengambil sampah di tujuh pasar di Kabupaten Temanggung, termasuk Pasar Candiroto,” ungkapnya. (lis)