TEMANGGUNG—Setelah menerima surat rekomendasi dari KPU Kabupaten Temanggung, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat langsung mengadakan kegiatan penertiban terhadap alat peraga kampanye pemilu yang bermasalah. Aparat ketertiban peraturan daerah ini mencopot sejumlah alat peraga yang melanggar ketentuan perda.
“Jadi kami sudah mencopot alat-alat peraga yang keberadaannya melanggar peraturan tentang pemasangan reklame. Sejauh ini tidak ada anggaran khusus untuk penertiban tersebut, sehingga dalam penertiban alat peraga kampanye yang menyalahi aturan kami gabungkan dengan razia rutin penertiban reklame,” kata Kasi Penegakkan Perda, Satpol PP Temanggung, Cukup Sudariyanto.
Ia mengatakan, penertiban difokuskan pada alat peraga kampanye yang keberadannya tidak sesuai pada tempatnya, utamanya yang melintang jalan. Ia mengaku sudah menertibkan alat peraga tersebut dan disita. “Temuan terakhir caleg Partai Golkar kami copot spanduknya karena melintang jalan di Desa Sanggrahan, Kecamatan Kranggan,” katanya.
Ia menerangkan, penertiban tersebut berjalan setiap hari dengan lokus yang berbeda. Sejumlah anggota dibagi menjadi beberapa tim dan melakukan patroli pengecekan alat peraga kampanye. “Hari ini sudah berangkat ke Maron, Kandangan dan Kedu,” terangnya.
Penertiban alat peraga menjadi penting lantaran alat peraga menjelang masa kampanye Pemilu 2014 mendatang akan semakin banyak. Hal tersebut berpotensi menjadikan kawasan penghasil tembakau ini sebagai hutan reklame pemilu. “Ini antisipasi saja. Kami tidak melarang selama tidak melanggar ketentuan yang berlaku, termasuk ketentuan pemasangan,” katanya.
Ia mengatakan, salah satu yang akan ditertibkan adalah alat peraga kampanye berupa bendera milik Partai NasDem yang dipasang pada pohon perindang jalan di Desa Pare, Kecamatan Kranggan. Hal tersebut mencolok pelanggaran perda lantaran memasang reklame pada pohon jalan diatur secara khusus. “Ada pasalnya sendiri, bukan hanya berlaku untuk caleg, tetapi semua reklame tidak boleh dipasang di pohon,” tandasnya. (zah/lis)