Rumah Tokoh Masyarakat Digeruduk

173

MUNGKID—Puluhan warga De­sa Wonogiri Kecamatan Kajoran Kabupaten Magelang yang tidak puas atas kegagalan pemilihan kepala desa (pilkades) mengamuk, kemarin sore. Mereka menuding ada sejumlah tokoh masyarakat (tomas) yang memprovokasi su­paya menggagalkan pesta de­mokrasi itu.
Sebagaimana diketahui, pilkades ulang Wonogiri Kecamatan Kajoran gagal memenuhi kuorum. Jumlah DPT sebanyak 1.750 yang hadir sa­at pencoblosan Minggu (5/1) lalu kurang dari 2/3 jumlah DPT atau tidak ada 1.167 DPT. Yang hadir langsung di TPS hanya 995 DPT dan kurang 172 DPT untuk memenuhi kuorum. Pilkades ha­nya diikuti satu calon.
Massa yang diduga berasal dari pen­dukung cakades tunggal, Ju­narsih mendatangi sejumah ru­mah tokoh masyarakat Desa Wonogiri sektiar pukul 16.00, kemarin. Massa yang mengendarai sekitar 20 sepeda motor itu merasa tidak puas dengan digagalkannya pilkades.
Beberapa rumah tokoh masya­rakat yang didatangi diantaranya Kiai Mukhotib, Watib, Suryadi, Sya­efudin, Maskuri serta rumah Sekretatis (Sekdes) Desa M Sila­chu­din. Massa yang mengitari jalan-jalan dusun itu, terakhir menggeruduk rumah sekdes yang merupakan ketua panitia pilkades.
Massa sempat menabrakan sepeda motor yang dikendarainya untuk menerobos pintu masuk rumah. Beruntung, pintu rumah sekdes tersebut terbuat dari besi sehingga pintu hanya mengalami penyok. Ada juga yang menendang pintu.
Sekretatis Desa Wonogiri M Sila­chudin mengaku, massa yang mendatangi rumahnya itu berasal dari pendukung cakades Junarsih. Massa diduga tidak puas de­ngan kegagalan pilkades sehingga meluapkan emosinya ke ketua panitia pilkades dan beberapa rumah tokoh masyarakat.
“Meski memang sempat mendatangi rumah, kami sendiri tidak apa-apa. Saya memaklumi kekecewaan para pendukung. Tapi yang sudah berlalu biarlah, jangan sampai diulangi lagi,” kata Silachudin kemarin.
Menurut dia, dengan bantuan aparat kepolisian dan beberapa perangkat desa, aksi anarkis massa ini kemudian bisa diredam. Beberapa anggota kepolisian berjaga di desa tersebut hingga pukul 22.00.
“Massa menganggap bahwa kuorum kehadiran DPT saat pilkades ulang tidak lagi 2/3 dari DPT, namun cukup 1/2 dari jumlah DPT. Sehingga mereka menganggap sebenarnya pilkades dapat digelar,” kata dia.
Cakades Junarsih sendiri me­ngaku akan menjaga kondisi Desa Wonogiri. Dia mengaku sudah ada kesepakatan dengan Pemerintah Desa untuk menjaga kondusifitas
”Kalau untuk Pilkades Wonogiri alhamdulilah keadaan aman baik-baik saja. Wonogiri desa kami jadi kami akan tetap jaga kerukunan,” kata Junarsih melalui sambungan teleponnya. (vie/lis)