Agar Mampu Mandiri Membuka Usaha Sendiri

198

Bina Anak Putus Sekolah dengan Pembekalan Keterampilan

Hingga akhir 2013 lalu, Dinas Sosial Kabupaten Wonosobo mencatat jum­lah anak putus sekolah (APS) masih berada di ang­ka 472 anak. Untuk itu, Pemkab berupaya mem­berikan bekal keterampilan dengan kursus agar mereka berwirausaha.

Jumlah anak putus sekolah sebanyak 472 tersebut terdiri dari 261 laki-laki dan 211 perempuan, dengan rata-rata jenjang pendidikan terakhir adalah sekolah menengah pertama (SMP).
“Sebagai upaya memberikan bekal kepada anak-anak tersebut, kami buka pendaftaran kursus, agar mereka mempunyai keterampilan menjadi wirausaha,” kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Wonosobo, Agus Purnomo kemarin (7/1) saat melepas 77 anak putus sekolah untuk pelatihan keterampilan.
Agus mengatakan, usia di kisaran jenjang pendidikan SMP, merupakan usia rawan, yang apabila tidak diarahkan, sangat potensial menjadi penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). Karena itulah, Dinsos berupaya membina APS agar bersedia mengikuti pelatihan keterampilan gratis.
“Dengan memiliki bekal berupa keterampilan teknik perbengkelan, tata boga, maupun tata busana, kami yakin akan mampu mandiri dan sukses menjalani kehidupan tanpa bergantung kepada orang lain,” ujarnya.
Agus mengatakan, pihaknya awal tahun ini mengirim 77 pelajar tak mampu dan anak putus sekolah ke Balai Rehabsos Taruna Yudha Sukoharjo dan Barehsos Kartini Tawangmangu.
“Kami membuka pendaftaran bagi para APS untuk pelatihan setiap hari kerja,” katanya.
Para peminat, menurut Agus, bisa datang langsung ke Dinsos atau melalui tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK) setempat, dan mengisi formulir pendaftaran sesuai minat pelatihan yang ingin diikuti.
Agus mencontohkan beberapa alumni Barehsos telah sukses dan mampu mandiri. Salah satu alumni pelatihan teknik perbengkelan asal Sapuran, bahkan telah memiliki bengkel sepeda motor di Purbalingga.
“Demikian pula dengan alumni pelatihan tata busana, yang banyak diserap perusahaan garmen, atau justru mandiri dengan membuka usaha jahit,” ungkapnya.
Ditambahkan dia, selain APS, pelatihan keterampilan di Balai Rehabsos jejaring Dinsos juga terbuka bagi para pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK), khususnya yang berasal dari keluarga kurang mampu. Agus menyebut tiga SMK, meliputi SMK Karya Bhakti Praja, SMK Taruna Negara, dan SMK Taruna telah beberapa kali mengirim siswa tak mampu ke Barehsos.
“Dengan mengikuti pelatihan, para siswa akan mendapat pengalaman dan ilmu praktis yang sangat berguna untuk menunjang pendidikan mereka,”katanya. (ali/lis)