KUDUS—Sejumlah 800 gerobak bagi pedagang kaki lima yang berjualan di lingkungan Kota Kretek telah disiapkan kemarin. Rencana, hari ini gerobak tersebut bakal diserahkan langsung Bupati Kudus Musthofa kepada para pelaku PKL sekolah.
Syarat pengambilan para PKL harus bersedia menandatangani kesepakatan bersama. Kesepakatan tersebut di antaranya gerobak maupun sarana serta prasarana bantuan tersebut tidak boleh dijual atau dipindahtangankan. Sebab status kepemilikannya merupakan milik paguyuban.
Keberadaan PKL yang terkesan kumuh dan terabaikan mendorong Pemkab Kudus memerhatikan lebih serius. “Hal ini dimaksudkan agar kondisi PKL di Kabupaten ini lebih tertata,” ujar Musthofa kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.
Musthofa mengatakan, acara penyerahan gerobak ini merupakan salah satu bentuk perhatian dari Pemkab Kudus. Selain itu, Pemkab Kudus juga akan membagikan gerobak untuk para PKL yang berjualan di Desa Kaliputu, Kecamatan Kota, PKL gang satu, serta sarana dan prasarana untuk PKL di depan GOR serta di depan Jam’iyyatul Hujjaj Kudus (JHK).
Secara terperinci PKL Kaliputu sebanyak 70 buah, gang satu sebanyak 45 buah, serta bantuan sarana dan sarana prasarana depan GOR Wergu Kudus sebanyak 20 kapling, dan PKL JHK sebanyak 10 kapling.
“Pengadaan gerobak PKL dan sarana serta prasarana pedagang memakan anggara sebesar Rp 1,54 miliar,” jelasnya.
Sedangkan Pelaksana tugas Kepala Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kabupaten Kudus Sudiharti mengatakan, sebelum para PKL mengambil gerobak maupun sarana dan prasarana, harus bersedia menandatangani kesepakatan bersama. (him/zen/ida)