Tahapan Pilkades Jalan Terus

159

MUNGKID—Gugatan yang dilakukan oleh salah satu calon kepala desa Jogomulyo Kecamatan Tempuran Kabupaten Magelang tidak akan mempengaruhi tahapan berikutnya. Sehingga pelantikan tetap akan digelar.
”Kalau awal-awal bisa dibatalkan tapi ini sudah akhir jadi tidak bisa meski ada gugatan hukum,” kata Kepala Bagian Tata Pemerintahan Kabupaten Magelang, Ary Widhi Nugroho, kemarin.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, salah satu calon kepala desa (cakades) Jogomulyo Kecamatan Tempuran, Hj Nurfaizah menggugat panitia pilkades dan cakades terpilih, Zaenal Arifin ke Pengadilan Negeri Mungkid. Hal itu lantaran pihaknya menduga ada perbuatan melawan hukum (PMH) yang dilakukan oleh kedua pihak tersebut berupa penggelembungan suara dengan merekayasa kehadiran orang-orang yang notabene sedang boro atau tidak berada di rumah. Ary mengatakan pernah dalam salah satu pilkada di luar Magelang, seorang kepala daerah terpilih tetap mengikuti tiap tahapan pilkada dan bahkan tetap dilantik meski dilaporkan bermasalah. Baru ketika sudah ada kepastian hukum bahwa dirinya terbukti bersalah, jabatannya sebagai kepala daerah dicopot.
”Seperti itu juga untuk pilkades di Desa Jogomulyo Kecamatan Tempuran. Tahapan tetap berjalan, kalau nanti sudah dilantik dan terbukti bermasalah ya dicopot,” imbuh Ary.
Terkait tahapan pilkades, jelasnya, sejauh ini sudah sampai pada pelaporan hasil pilkades ke BPD. Dari BPD nantinya akan ada pengesahan hasil dan dikirim ke bupati untuk kemudian disahkan dan dilantik. ”Sabtu (hari ini) la­poran hasil pilkades dari BPD diharapkan sudah masuk ke kabupaten sehingga bisa segera ditindaklanjuti,” katanya.
Kuasa hukum Nurfaizah, Tri Sulistiyono SH dan Suryadi AS SH mengatakan tetap menuntut tahap pilkades dihentikan. ”Kami punya puluhan bukti nama orang-orang yang saat pemungutan suara tidak berada di desa alias boro tapi namanya di daftar pencoblos di TPS,” katanya. (vie/lis)