Pencatatan di Luar KUA Masih Berlangsung

120

MUNGKID—Sejak kasus gratifikasi pencatatan nikah oleh salah seorang penghulu di Kediri Jawa Timur diproses hukum, hal itu tak lantas membuat penghulu di Kabupaten Magelang takut. Proses yang sudah mentradisi itu tetap berlangsung.
“Sangat sulit mengubah kultur di daerah sini. Tetap banyak yang menghendaki pencatatannya dilakukan di luar kantor, sedangkan PPN (petugas pencatat nikah) tidak diberi anggaran operasional oleh negara saat menjalaninya,” ujar Kepala KUA Kecamatan Muntilan, Hanif Hanafi, kemarin.
Menurutnya, pemberian tanda terimakasih berupa sejumlah uang dari keluarga mempelai kepada penghulu tak pelak jadi perihal lumrah.
”Tapi kita pelan-pelan bujuk ke KUA. Intinya tidak bisa seerta merta,” katanya.
Di KUA Muntilan, tercatat 588 kejadian nikah sepanjang 2013. Sekitar 60 persen di antaranya dilakukan di luar KUA, semisal di masjid dan rumah mempelai wanita. Dari jumlah tersebut, sekitar 15 persen berlangsung di malam hari, hari libur dan akhir pekan. Untuk dua PPN di KUA Muntilan, Hanif enggan memerinci materi yang didapatkan dari tanda jasa mencatatkan nikah di luar gaji PNS. (vie/lis)