Banyak Pasien Tak Tahu

146

TEMANGGUNG—Para pasien yang dirawat di RSUD Djojonegoro Temanggung mengaku belum mendapatkan informasi tentang program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Minimnya sosialisasi menyebabkan para pasien tidak mengetahui tentang jaminan kesehatan yang baru berlaku sejak awal tahun ini.
”Saya tidak tahu tentang BPJS, tadi waktu masuk memang petugas rumah sakit tanya-tanya soal asuransi dan BPJS, tapi saya bingung karena tidak tahu, jadi saya jawab saja saya tidak punya BPJS, karena saya tidak punya asuransi kesehatan,” kata Ruminten, 49, salah seorang keluarga pasien di RSUD Djojonegoro Temanggung.
Ia mengatakan, ketika pertama kali mendaftarkan pasien, ia ditanya mengenai penggunaan asuransi kesehatan keluarganya yang sakit. Namun karena tidak mengetahui adanya asuransi kesehatan, ia menjawab tidak tahu. Petugas rumah sakit juga sempat menyampaikan tentang BPJS, namun tidak memberikan penjelasan.
”Katanya kalau pasien dapat BPJS, tapi saya malah tidak tahu apa itu BPJS dan apa fungsinya. Saya hanya diberitahu bisa dapat layanan BPJS. Saya karena tidak tahu saya cuma iya-iya saja,” paparnya.
Hal serupa juga dialami Pur­wito, 33, pasien ini mengaku tidak paham dengan layanan BPJS. Layanan pemerintah untuk jaminan kesehatan ini menurutnya kurang sosialisasi sehingga pasien minim informasi. ”Saya sempat dikasih tahu menggunakan BPJS, tapi saya tidak paham. Yang penting saya bisa sembuh,” kata pasien asal Desa Badran Kecamatan Kranggan ini.
Para pasien berharap, terkait layanan jaminan kesehatan ini, pihak-pihak terkait memberikan sosialisasi dan penyuluhan sehingga pengguna layanan menge­tahui fungsinya. Sejauh ini, para pasien hanya diberitahu mengenai nama program tanpa pengetahuan mengenai esensi dari program itu sendiri. ”Saya gunakan asuransi Equity, tapi katanya tidak masuk BPJS. Nah saya itu tidak tahu tentang asuransi apa saja yang masuk BPJS dan apa yang tidak,” tandas Purwito. (zah/lis)