MUNGKID– Sejumlah perajin batu bata di Kabupaen Magelang mengalami penurunan jumlah produksi selama musim hujan. Otomatis, pendapatan mereka pun menurun. ”Jika cuaca bagus setiap perajin bisa memproduksi 400-500 batu bata namun kalau turun hujan produksi kami turun drastis,” kata Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUBE) 78 Lengkongsari Sariyadi, kemarin.
Dia mengatakan selama ini pihaknya memproduksi batu bata secara manual. Hal ini membuat kapasitas produksi para perajin sangat bergantung pada faktor cuaca.
Sariyadi menjelaskan dalam kondisi hujan pihaknya hanya bisa membuat 200 batu bata per orang per hari. Dengan jumlah produksi ini, para perajin kesulitan untuk memenuhi permintaan pasar. Imbasnya pemasukan mereka berkurang sehingga banyak yang belum bisa hidup sejahtera.
Agus Bintoro angggota DPRD Kabupaten Magelang berinisiatif memberikan mesin penggiling tanah liat dengan dengan kapasitas terpasang sekitar 5.000 batu bata per hari. ”Dengan mesin ini, perajin bisa memproduksi batu bata 10 kali lebih cepat,” kata Agus Bintoro.
Agus berharap bantuan mesin ini akan bisa meningkatan kapasitas produksi perajin batu bata sehingga menambah kesejahteraan masyarakat. Apalagi batu bata Gunungsari sudah terkenal di Kabupaten Magelang.
Tokoh pemuda Lengkongsari Agus Suyono menambahkan usaha pembuatan batu bata di desanya sudah eksis sejak masa penjajahan Belanda. Namun demikian, usaha ini masih dikerjakan secara tradisional sehingga kebanyakan perajin belum bisa hiduP sejahtera. lain sesuai minat dan bakat warga,” kata Agus. (vie/lis)