TEMANGGUNG—Jalur lingkar yang digunakan untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas dalam kota, rawan terjadi kecelakaan lalu lintas. Kerawanan tersebut disebabkan adanya kerusakan pada badan jalan serta kondisi medan yang berliku. Pada badan jalan banyak ditemukan lubang dengan tingkat kedalaman 10-15 sentimeter.
Zaenal, 40, warga Lingkungan Nglangon Kelu­rahan Walitelon Kecamatan Temanggung me­nga­takan jalur yang melewati depan kiosnya sering terjadi kecelakaan lalu lintas. Kecelakaan terjadi akibat pengendara terperosok ke dalam lubang yang ada di tengah jalan. “Kecelakaan sering terjadi pada malam hari, apalagi ketika hujan. Biasanya pengendara sepeda motor karena tidak tahu ada lubang yang tergenang air,” katanya.
Ia bersama warga sekitar sempat beberapa kali menutup lubang-lubang tersebut menggunakan tanah, batu ataupun pasir. Namun tidak bertahan lama karena kendaraan-kendaraan besar sekelas truk tronton juga melewati jalan tersebut.
“Jalur ini sebenarnya jalur utama untuk kendaraan besar yang tidak boleh melewati Kota Temanggung. Karena itu usaha kami untuk menutup lubang itu tidak bertahan lama, paling dua – tiga hari sudah berlubang lagi,” katanya.
Menurut dia, perbaikan jalan tersebut biasanya dilakukan pemerintah sekali dalam setahun. Itupun hanya berupa penambalan yang hanya bertahan untuk beberapa bulan saja. “Perbaikan biasanya dilakukan menjelang hari raya Idul Fitri, itupun hanya ditambal,” ungkap dia.
Arifin, 35, pengguna jalur tersebut mengaku harus berhati-hati. Bahkan, ia terkadang mengambil lajur kanan untuk menghindari lubang-lubang itu.
“Kalau lewat jalan ini harus ekstra hati-hati kalau tidak mau selalu berurusan dengan bengkel untuk perbaikan kaki-kaki mobil atau ban,” tandasnya.
Warga berharap agar pemerintah daerah segera melakukan perbaikan kerusakan pada badan jalan. Perbaikan badan jalan akan membawa dampak meminimalisasi terjadinya kecelakaan lalu lintas. (zah/lis)