Golput Ancam Pemilu

138

TEMANGGUNG—Kejenuhan masyarakat terhadap proses pemilihan umum mulai terlihat. Di lapangan, muncul banyak statemen yang menyatakan untuk memilih golongan putih (golput) alias tak memilih, lantaran wakil rakyat yang telah dipilih justru banyak yang tidak amanah dan cenderung berlaku korup. Fenomena tersebut menjadi pemicu tingginya angka golput.
Hal itu mengemuka dalam diskusi relawan demokrasi di aula kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Kabupaten Temanggung, kemarin. Acara tersebut dihadiri 25 orang relawan demokrasi dari berbagai latar belakang yang bertugas menyosialisasikan Pemilu 2014 kepada khalayak.
”Untuk meminimalisasi golput maka diperlukan upaya penyadaran kepada masyarakat agar tetap menggunakan hak pilihnya. Namun, dengan catatan masyarakat harus cermat siapa yang akan dipilih jangan sampai salah,” ujar Komisioner KPU Temanggung, Ari Murti Hendro Wardhani.
Menurutnya, di sinilah peran aktif relawan diperlukan, terlebih tidak semua lapisan masyarakat bisa terjangkau oleh penyelenggara pemilu. Semakin orang sering mendengar informasi dari relawan semakin tercatat di memorinya tentang pemilu.
Priyadi, salah satu anggota relawan demokrasi, berbagi pengalaman saat dirinya memberikan sosialisasi kepada masyarakat, yakni adanya gaung golput. Bahkan, ada yang yang berkata memilih jika ada yang membayar. Dia pun mengusulkan perlunya dibuat ringkasan tulisan tentang pemilu yang nanti dibuat dalam selebaran dan dibagikan kepada masyarakat untuk meningkatkan partisipasi pemilih. (zah/lis)