TEMANGGUNG—Kontroversi penggunaan nama dan gambar Presiden ke-4 RI, KH. Abdurrahman Wahid oleh caleg PKB pada Pemilu 2014 mendatang oleh Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar tidak boleh disikapi dengan kontroversi. Menurutnya, presiden yang akrab disapa Gus Dur merupakan bagian dari PKB karena merupakan pendiri partai berlambang bola dunia.
”Kita jangan terpancing kontroversi, beliau kan pendiri PKB,” katanya saat menghadiri kegiatan temu kader PKB di Balai Desa Kedu, Kecamatan Kedu, Rabu (25/12) petang kemarin.
Ia mengatakan, partai yang di­pimpinnya tengah fokus pada pemenangan Pemilu 2014. Menurutnya, potensi PKB di Jawa Tengah khususnya akan lebih tinggi dibanding perolehan suara sebelumnya. Ia yakin, PKB akan mampu mengusung kader-kader terbaiknya di lembaga legislatif dengan jumlah yang cukup banyak. ”Survei sekitar dua minggu yang lalu, dua konstituen yang sangat fanatik adalah pertama PKB dan NU yang kedua adalah PDI Perjuangan,” katanya.
Ia mengatakan, perhitungan di atas kertas, jumlah warga NU sebanyak 80 juta, namun, perolehan suara total yang mampu direkrut PKB hanya 10 juta orang. Menurutnya, dari jumlah 80 juta jiwa warga NU didominasi oleh kelompok NU amaliyah yang menjalankan sistem ke-NU-an dalam peribadatannya.
”Yang 40 juta sisanya baru yang merupakan NU terstruktur, dari jumlah tersebut 10 juta yang dapat direkrut dalam kelompok politik. Tetapi kita yakin bahwa kita masih harus berjuang untuk mendapatkan suara lebih banyak lagi dari kalangan NU khususnya,” terang Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi ini.
Ia mengatakan, adanya survei dari Universitas Indonesia yang mengatakan bahwa suara NU mudah dibeli oleh partai politik apapun, dinilai tidak tepat. Sebab, para peneliti cenderung tendensius dan memiliki kepentingan tertentu.
Terkait dengan pencalonan presiden yang diusung PKB, pihaknya masih melakukan uji terhadap dua kandidat, masing-masing mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, dan pedangdut Rhoma Irama. ”Kita lihat mana yang paling menjual, itu yang akan kami usung. Kami memiliki mekanisme seleksi sendiri,” tandasnya. (zah/lis)