Sepasang Tembakau Dinikahkan

154

Agar Panen Melimpah

MUNGKID—Di Lereng Gunung Sumbing, ada tradisi unik yang melekat di masyarakat petani tembakau. Saban tahun jelang musim tanam, mereka menggelar ritual pernikahan tembakau.
Layaknya acara pernikahan, rangkaian kegiatan warga Dusun Gopakan Desa Genito Kecamatan Windusari Kabupaten Magelang dibuat sangat sakral. Ada lantunan doa-doa juga dua mempelai yang diarak para pengiring.
Keduanya dipertemukan di te­ngah Sendang Piwakan saat lan­tunan doa teriring gamelan menyuarakan denting akhir. Raga kedua mempelai berupa tembakau setinggi 100 sentimeter berbaur da­lam fragmen dari Paguyuban Merapi Rumah Seni
Pasangan pengantin, yakni dua tanaman tembakau tersebut dijadikan satu dan dicelupkan ke mata air. Lantas, rombongan membawa dua tanaman tembakau pria dan wanita untuk kemudian ditanam di pintu masuk dusun.
”Ritual perkawinan tembakau ini menunjukkan tanaman ini sangat penting bagi warga sekitar. Daerah ini berkembang dan menghidupi rakyatnya dari komoditas daun tembakau, terutama di lereng Gunung Sumbing,” kata penggagas ritual pernikahan tembakau di Dusun Gopaan, Agus Suyitno, kemarin.
Dikatakan pria yang disapa akrab Agus Merapi ini, ritual perkawinan tembakau telah memasuki tahun kedua. Kegiatan ini sengaja membarengi merti desa, atau pesta rakyat warga setempat di bulan Safar.
Dipilih hari baik pada Selasa Pahing untuk menggelar enam jenis kesenian rakyat yang akan berakhir pada hari ini.
”Di dusun ini, merti desa akan berakhir besok (hari ini) sejak dimulai hari ini (kemarin). Ke­senian yang ditunjukkan asli daerah sini, yaitu wayangan se­malam suntuk dengan lakon Semar Bangun Kahyangan, kuda lumping, sorengan, topeng ireng dan tarian tradisional lainnya,” jelas Kepala Dusun Gopakan, Sugitno.
Ritual tahunan ini rencananya dimasukkan dalam kalender event di desa tersebut. Bahkan, pernikahan tembakau tidak hanya dihelat saat musim panen saja, namun juga akan diselenggarakan saat musim tanam. Ritual pernikahan tembakau di Sendang Pawikan menjadi magnet bagi warga untuk melihat secara langsung event budaya di daerahnya. (vie/lis)