MUNGKID­—Pembinan dan pengawasan terhadap siswa-siswi SMP harus diperketat. Bagaimana tidak, meski masih berstatus pelajar menengah pertama sudah terbiasa tawuran.
Terbaru, jajaran Polres Magelang mengamankan 13 siswa SMP Purnama Kecamatan Tempuran. Siswa ini diamankan aparat Polsek Bandongan setelah kedapatan menggeruduk SMP 2 Bandongan. ”Awalnya kita curiga para siswa ini kok datang bergerombol dan pada jam pelajaran, setelah kita interogasi ternyata hendak tawuran,” kata Kapolres Magelang AKBP Murbani Budi Pitono melalui Kapolsek Bandongan AKP Suprayudi, kemarin.
Beruntung, siswa SMP 2 Ban­dongan tidak terprovokasi. Sehing­ga, tawuran belum sampai terjadi. Menurut informasi yang dihimpun koran ini, keributan antarsiswa dua sekolah itu bermula dari pertandingan sepak bola. Ujung-ujungnya terjadi perselisihan yang kemudian memicu rencana tawuran tersebut.
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, ketiga belas siswa SMP itu kemudian digiring ke Mapolsek Bandungan. Mereka kemudian didata dan dibina.
Bahkan, para siswa juga men­dapatkan pelatihan kedisiplinan dari anggota Polsek yang dipimpin Babinkamtibmas Bripka Donny Sugiarto. ”Supaya para siswa ini jera dan tidak melakukan aksi serupa dikemudian hari,” katanya.
Polsek juga telah memfasilitasi ikrar perdamaian antarkedua belah pihak yang melibatkan para guru. ”Mereka sudah membuat surat perjanjian juga,” tandas dia.
Ke depan, pihaknya berharap pihak sekolah meningkatkan pengawasan dan pembinaan kepada para peserta didik. (vie/lis)