TPA Banyuurip Kekurangan Alat Berat

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

MAGELANG—Pemerintah Kota Magelang mengalami kekurangan alat berat untuk penataan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) Banyurip. Dari lima alat yang dimiliki hanya satu yang berfungsi.
Kepala Unit TPA Banyuurip Rudi Siswanto mengatakan sebenarnya ada lima alat berat yang dimiliki terdiri tiga eskavator dan dua bulldozer. ”Empat lainnya ada yang dongkrok karena sulit mencari suku cadang dan ada yang masih dalam perbaikan,” kata dia.
Dengan hanya satu unit alat berat yang berfungsi, hal itu dinilainya tidak ideal dibandingkan dengan jumlah sampah dan luas tanah. Dari delapan hektare itu, yang digunakan untuk penampungan sampah 4 hektare terdiri atas 6 cel. Lima cel di antaranya sudah penuh, yang masih aktif hanya satu cel. Kedalaman setiap cel sekitar 7 meter dengan toleransi ketinggian sampah hingga 3 meter.
Menurunya, kegunaan alat berat adalah meratakan sampah yang menumpuk di dalam cel, sedang eskavator untuk memindahkan sampah tersebut.
”Sudah 2 tahun saya mencari daerah mana yang menjual rantai eskavator belum juga ketemu, demikian juga dengan yang menjual kampas kopling bulldozer. Jadi kedua alat berat itu sekarang dongkrok,” terangnya.
Kepada wali kota dan DPRD Rudi meminta supaya pada APBD 2014 dianggarkan dana untuk membeli sebuah bulldozer. ”Ternyata disetujui, sehingga tahun depan TPA Banyuurip memiliki dua alat berat yang sehat. Yaitu sebuah eskavator bantuan Pemprov Jateng dan sebuah bulldozer yang dibeli melalui APBD 2014,” katanya.
Anggota Komisi C DPRD Kota Magelang Sriyanto menerangkan, awalnya Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Tata Kota (DKPT) mengajukan pembelian sebuah bulldozer melalui APBD Perubahan 2013.
”Saya tanya kepada kepala DKPT, apakah waktunya cukup melaksanakan pengadaan bulldozer sekitar tiga bulan. Sebab lelangnya saja memakan waktu satu setengah bulan, belum kalau ada sanggahan dari peserta lelang lainnya. Takut waktunya tidak cukup maka ditunda,” tuturnya. (vie/lis)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Random News

Setiap Hari, 85 Wanita Jadi Janda

SEMARANG - Setiap hari sebanyak 85 wanita di Jateng diputus menjadi janda. Berdasarkan data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Rata-rata 3 kasus...

Oknum Guru Membantah, Orang Tua Alma Berang

SEMARANG – Kasus dugaan pungutan liar (pungli) dan intimidasi siswa yang dilakukan oknum guru SD Negeri Rejosari 01 Semarang Timur berinisial Sun terus berlanjut....

Dari 15 Tahun Belajar Mandarin Sampai 15 MW

Saya suka sekali mengikuti tulisan Disway setiap hari. Kebetulan saya pernah belajar Mandarin 15 tahun yg lalu di Shida Shifan Daxue, Taipei. Saya hanya ingin...

4 Pegawai Tak Ikut Tes Urine Tanpa Keterangan

SEMARANG – Sebanyak 144 orang pegawai maupun karyawan di lingkungan Pengadilan Negeri (PN) Semarang mulai unsur hakim ad hock, tindak pidana korupsi, hubungan industri,...

More Articles Like This

- Advertisement -