TPA Banyuurip Kekurangan Alat Berat

143

MAGELANG—Pemerintah Kota Magelang mengalami kekurangan alat berat untuk penataan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) Banyurip. Dari lima alat yang dimiliki hanya satu yang berfungsi.
Kepala Unit TPA Banyuurip Rudi Siswanto mengatakan sebenarnya ada lima alat berat yang dimiliki terdiri tiga eskavator dan dua bulldozer. ”Empat lainnya ada yang dongkrok karena sulit mencari suku cadang dan ada yang masih dalam perbaikan,” kata dia.
Dengan hanya satu unit alat berat yang berfungsi, hal itu dinilainya tidak ideal dibandingkan dengan jumlah sampah dan luas tanah. Dari delapan hektare itu, yang digunakan untuk penampungan sampah 4 hektare terdiri atas 6 cel. Lima cel di antaranya sudah penuh, yang masih aktif hanya satu cel. Kedalaman setiap cel sekitar 7 meter dengan toleransi ketinggian sampah hingga 3 meter.
Menurunya, kegunaan alat berat adalah meratakan sampah yang menumpuk di dalam cel, sedang eskavator untuk memindahkan sampah tersebut.
”Sudah 2 tahun saya mencari daerah mana yang menjual rantai eskavator belum juga ketemu, demikian juga dengan yang menjual kampas kopling bulldozer. Jadi kedua alat berat itu sekarang dongkrok,” terangnya.
Kepada wali kota dan DPRD Rudi meminta supaya pada APBD 2014 dianggarkan dana untuk membeli sebuah bulldozer. ”Ternyata disetujui, sehingga tahun depan TPA Banyuurip memiliki dua alat berat yang sehat. Yaitu sebuah eskavator bantuan Pemprov Jateng dan sebuah bulldozer yang dibeli melalui APBD 2014,” katanya.
Anggota Komisi C DPRD Kota Magelang Sriyanto menerangkan, awalnya Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Tata Kota (DKPT) mengajukan pembelian sebuah bulldozer melalui APBD Perubahan 2013.
”Saya tanya kepada kepala DKPT, apakah waktunya cukup melaksanakan pengadaan bulldozer sekitar tiga bulan. Sebab lelangnya saja memakan waktu satu setengah bulan, belum kalau ada sanggahan dari peserta lelang lainnya. Takut waktunya tidak cukup maka ditunda,” tuturnya. (vie/lis)