TEMANGGUNG—Komisi Pemilihan Umum (KPU) Te­mang­gung menggelar focus group discussion dengan para pe­lajar dan mahasiswa. Forum tersebut digelar sebagai lang­kah menyukseskan penyelenggaraan pemilu yang akan dilangsungkan 9 April mendatang. FGD yang difasilitasi oleh pengamat kepemiluan, Zaenal Faizin tersebut, digelar di Omah Kebon Resto, Rabu (18/12) pagi kemarin.
“Salah satu langkah yang kami tempuh adalah meningkatkan partisipasi masyarakat dalam suksesi pelaksanaan tahapan pemilihan. Fokus kepada para pelajar dan mahasiswa karena mereka adalah pemilih pemula sehingga diharapkan menjadi pemilih yang cerdas dan mampu menjadi pioner,” kata anggota KPU Divisi Sosialisasi, Arimurti Hendro Wardani.
Ia mengatakan, tahapan pemilu yang dilewati adalah kegiatan sosialisasi yang digencarkan secara terus menerus kepada masyarakat. Fokus utamanya selain pemilih pemula adalah daerah-daerah dengan tingkat partisipasi pemilih pada pilgub dan pilkada lalu, minim. “Sehingga dapat menggenjot tingkat partisipasi,” terangnya.
Kegiatan FGD yang digelar, terang Ari, dilakukan untuk mendapatkan feedback dari masyarakat, khususnya pelajar dan mahasiswa tentang cara pandang mereka terhadap pemilu serta langkah yang harus dilakukan sebagai bentuk tindak lanjut untuk kesimpulannya. “Kami mengakomodasi masukan untuk ditindaklanjuti,” terangnya.
Fasilitator kegiatan, Zaenal Faizin, mengatakan, dalam proses pemilu nantinya, memilih partai politik harus dilakukan dengan pemilihan yang cerdas. Memilih partai politik tidak didasarkan pada janji politik yang diusung, melainkan sesuai dengan program kerjanya. “Kalau janji itu belum tentu direalisasikan. Mari menjadi pemilih yang cerdas dengan memilih partai secara cerdas pula,” himbaunya.
Ia mengatakan, menjadi pemilih yang cerdas juga dapat diartikan dengan memilih partai politik dan menjadi simpatisan yang ekslusif. Menjadi simpatisan ekslusif cende­rung akan bersikap vis a vis dengan partai politik lainnya. “Lihatlah program kerjanya dan latar belakang caleg dari partai tersebut. Pilihlah yang terbaik sesuai hati nurani, bukan karena dorongan atau paksaan dari pihak lain,” terangnya.
Dikatakan, pihaknya berharap kaum muda sebagai generasi mendatang tidak hanya menjadi pemilih cerdas, melainkan juga menjadi pelopor memilih yang cerdas bagi masyarakat di sekitarnya. (zah/lis)