Pensiunan Veteran Meninggal Tak Diketahui

165

WONOSOBO—Sariyem, 70, pensiunan ve­teran warga Karanganyar RT 4 RW 1 Kecamatan Sukoharjo, kemarin (2/12) diketahui meninggal di rumahnya. Berdasarkan keterangan tim medis, diperkirakan korban meninggal sudah tiga hari lalu, namun lantaran tinggal sendiri, korban baru diketahui kemarin. Diduga korban menderita penyakit jiwa.
Informasi yang dihimpun Radar Semarang korban, diketahui meninggal sekitar pukul 10.00 pada Senin (2/12). Saat itu, cucu korban bernama Sri Ita Fatimah, 30, yang tinggal di Dusun Margorejo, Wonolelo, Wonosobo, bermaksud menjenguk neneknya. Namun, saat sampai di depan pintu rumah Sariyem, terkunci rapat.
Lantaran pintu tak segera dibuka, Sri kemudian memanggil pamannya bernama Sahadi, 37, yang tinggal di desa setempat. Tak berselang lama, keduanya kemudian kembali ke rumah nenek Sariyem. Keduanya melalui pintu belakang rumah, beberapa kali diketuk hasilnya sama, tak ada jawaban.
“Kami kemudian mendobrak pintu rumah, karena diketuk-ketuk lama tidak dibuka,” kata Sri.
Sejurus kemudian, Sri dan Sahadi masuk ke rumah neneknya, saat dipanggil beberapa kali tidak ada jawaban dari rumah tersebut. Keduanya mendekati kamar tidur korban. Saat itu, keduanya menghirup bau tak sedap dari dalam kamar tersebut.
“Saat kami masuk kamar, nenek sudah meninggal dengan posisi tengkurep,” kata Sahadi.
Kuswandi tetangga korban lantas menghubungi polisi, dan dilakukan penyelidikan di lokasi. Kasatlantas Polres Wonosobo AKP Sunarto mengatakan, pihaknya langsung menghungi dr Sumanto dari Puskesmas Sukoharjo. Dari hasil pemeriksaan, diperkirakan korban sudah meninggal tiga hari lalu.
“Melihat kondisi jasad korban, dimungkinkan sudah meninggal sekitar 3 hari lalu,”katanya.
Dari pemeriksaan dokter, kata Sunarto, tidak ada tanda-tanda penganiayaan. Namun korban yang usianya sudah tua mengalami sakit. Karena tinggal sendirian, ketika meninggal tidak ada korban yang mengetahui. Korban merupakan pensiunan veteran. “Korban sudah tinggal sendiri lama, dari keterangan sejumlah saksi, korban diduga punya gangguan jiwa,” ujarnya.
Setelah dipastikan meninggal, kemarin sejumlah keluarga dan tetangga korban berdatangan. Hari itu pula korban langsung dimakamkan di desa setempat. (ali/lis)