Dimainkan Polwan, Gambarkan Kegigihan Prajurit

206

Melihat Seni Keprajuritan Anggota Polres Magelang

Polres Magelang memiliki sebuah kelompok kesenian di bawah asuhan Kapolres Magelang AKBP Murbani Budi Pitono. Hampir seluruh pemainnya adalah polisi wanita. Seperti apa?

MUKHTAR LUTFI, Mungkid

ALUNAN musik truntung begitu kuat. Musik tersebut merupakan ciri khas tarian soreng asal Kabupaten Magelang. Kesenian itu ditampilkan di halaman Polres Magelang baru-baru ini.
Ritme musiknya tak berbeda jauh dengan soreng pada umumnya. Hanya para pemain dan penabuhnya adalah anggota polisi. Selama bermain mereka juga tidak menanggalkan pakaian polisinya.
Beberapa aksesori ditambahkan. Ada kain jarit, ikat kepala, pedang, kuda kepang. Make up mereka juga dibuat seperti pemain soreng lainnya. Seni pertunjukan ini dimainkan oleh 35 anggota polisi. Hanya tiga polisi pria, sisanya polwan. Dalam pertunjukan itu, sebagai raja adalah Kompol Lahari.
Meski perempuan, gerakan mereka harus atraktif. Tidak canggung dan tampak gagah. ”Kesenian ini mulai dirancang sejak tahun ini dan sudah mulai tampil di beberapa even,” kata Kapolres Magelang AKBP Murbani Budi Pitono.
Kesenian ini tampil kurang lebih 30 menit. Dalam aksinya mereka menggambarkan sebagai seorang prajurit kerajaan yang siap bertempur menghadapi musuh-musuhnya.
Terakhir, kelompok kesenian ini tampil di acara perkemahan saka Bhayangkara (Persabhara) tingkat Polda Jateng di Puskeperam Karanggeneng, Gunung Pati, Kabupaten Semarang. Acara dibuka oleh Kapolda Jawa Tengah.
Menurut kapolres seni keprajuritan soreng ini merupakan program unggulan Polres Magelang. Tujuannya untuk ikut melestarikan budaya Jawa.
”Dalam pementasan itu ada pesan-pesan yang ingin kita sampaikan kepada masyarakat bahwa polisi siap kapan saja dalam menjaga kamtibmas,” katanya.
Seni soreng menceritakan para prajurit pada masa kerajaan Demak. Gerakannya menggambarkan sebuah kedisiplinan semangat dalam menjalankan tugas yang diembannya. ”Cerita itu selaras dengan upaya para prajurit Polri dalam meningkatkan kemampuannya agar menjadi pajurit yang berani, tegas, simpatik dan bertanggung jawab,” kata dia.
Waka Polres Magelang, Kompol Eko Hadi Prayitno mengatakan seni keprajuritan soreng ini awalnya mendapatkan pelatihan dari komunitas seniman asal Kabupaten Magelang. Mereka memiliki kegiatan latihan rutin untuk meningkatkan performanya. (*/lis)