Truk Pasir Mulai Padati Jalan

28

MUNGKID— Setelah dilarang beroperasi H-7 lalu, truk pasir mulai memadati sejumlah jalur lalu lintas di Kabupaten Magelang, kemarin. Bahkan truk-truk ini kembali memperlambat jalan kendaraan lain di jalur-jalur utama.

Pantauan koran ini, truk-truk pasir itu mulai terlihat di sejumlah jalan di dekat alur sungai yang berhulu di kaki gunung Merapi. Terutama di Kali Putih dan Kali Pabelan yang paling banyak mendapat gelontoran material vulkanik Merapi pasca e­­rupsi 2010 lalu.

Hal itu membuat jalur Jogja­karta-Magelang dan Magelang-Semarang mulai tersendat. Truk-truk ini mulai beroperasi pagi hingga malam. ”Selalu ada iring-iringan truk-truk pengangkut material vulkanik Merapi itu di sepanjang jalur padat tersebut,” kata Muslim, warga Kecamatan Srumbung.

Menurut sejumlah sopir truk asal Semarang, aktivitas penambangan sudah mulai tampak lagi di sejumlah lokasi. Antara lain, di wilayah Salamsari, Srumbung. Di sini, para sopir truk pencari pasir dilayani penambang manual dengan menggali pasir menggunakan peralatan tradisional.

Lokasi penambangan lain, di bagian hulu Kali Senowo dan sepanjang alur Kali Pabelan. Di dua titik itu, ada puluhan truk antre menunggu giliran diberi muatan pasir yang digali dengan alat berat. Rata-rata setiap truk butuh waktu sekitar dua jam menunggu giliran diisi pasir dengan volume sekitar 8 meter kubik untuk jenis colt diesel.

Meski diakui, deposit pasir sudah mulai menipis, namun harga belinya belum ada kenaikan. ”Kemarin masih sepi, tetapi hari ini sudah mulai ramai. Tapi antrenya tidak terlalu lama dan sekali angkut saya keluar uang Rp 250.000,” kata Jukari, sopir asal Semarang yang mencari pasir bersama belasan rekannya di alur Kali Pabelan, arah hilir Jembatan Pabelan yang membentang di jalur Magelang-Jogjakarta. (vie/lis)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here