Syawalan, Terbangkan 70 Balon

19

MUNGKID—Tradisi Syawalan di Desa Payaman Kecamatan Secang Kabupaten Magelang selalu meriah. Selain menggelar pesta rakyat warga juga rutin menerbangkan puluhan balon super jumbo ke udara.

”Ini adalah tradisi. Kami sebagai pemuda menjaganya sampai sekarang. Setiap tahun selalu kita terbangkan balon udara tradisional pascalebaran. Biasanya di hari ke-8 bulan Syawal atau ada yang menyebut dengan istilah Lebaran Syawal,” ujar ketua panitia syawalan, Rokhimin Nusantara, kemarin.

Dia mengatakan mengatakan, pelepasan balon udara ini sudah sudah warga setempat setiap hari ke-8 bulan Syawal. Tradisi ini terpelihara sejak dicetuskan pertama kali pada tahun 1980-an sampai sekarang.

”Ada harapan doa dan ucapan maaf yang kita terbangkan bersama dengan balon-balon tadi,” katanya. Tahun ini, kata dia ada 70 balon yang diterbangkan. Balon sebanyak itu, terdiri dari 17 buah balon berbahan plastik bening ukuran tinggi 17 m dan diameter 2 m.

Lalu 8 buah balon berbahan kertas merah-putih ukuran tinggi 5 m dan diameter 2,5 m serta 45 buah balon plastic ukuran tinggi 3 m dan diameter 2 m.

“Balon kita beri warna merah dan putih, selain juga balon yang biasa kita buat berwarna be­ning. Jumlah balon yang kita buat sekarang disesuaikan dengan tanggal, bulan, dan tahun kemerdekaan, yakni tanggal 17, bulan 8, dan tahun ’45. Total ada 70 balon,” katanya.

Untuk membuat sebanyak itu, menghabiskan bahan kertas sebanyak 3 rim kertas putih dan 1 rim kertas merah serta 30 bal plastik bening (50 meter per bal).

Pelepasan balon udara ini dipastikan berbeda di tiap tahun. Pada tahun 2012 lalu bertema 1000 balon, tahun ini bertema Syawalan dan Balon Merah Putih. Tema ini diangkat sekaligus menyambut hari kemerdekaan RI yang identik dengan warna merah dan putih.

Selain pelepasan balon, para warga terutama orang tua juga khidmat mengikuti pengajian oleh Mbah Syiraj di masjid dusun setempat. Selepas pengajian, para warga kembali berkumpul di lapangan untuk menyaksikan puncak acara yang diisi pagelaran kesenian leak (leakan) dari Grabag.
Salah seorang warga setempat, Fitri, 29, mengaku senang atas kelestarian tradisi pelepasan balon udara.

Menurutnya, hal itu mampu membangkitkan mental terutama pemuda dalam mengingat peristiwa lebaran. ”Apalagi ini juga sekaligus hari kemerdekaan. Selain itu bisa sebagai ajang silaturahmi,” ungkap dia. (vie/lis)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here