Siswa DO Capai 6.730 Anak

39

WONOSOBO – Jumlah siswa drop out (DO) di Kabupaten Wonosobo masih cukup tinggi. Sampai dengan pertengahan tahun 2013, jumlahnya mencapai 6.730 anak. Untuk mengatasi hal ini, Dinas Sosial Kabupaten Wonosobo terus membangun kerja sama dengan sejumlah lembaga kursus dan pelatihan agar para siswa DO ini mempunyai keterampilan.

Menurut Kepala Dinas Sosial Wo­nosobo Agus Purnomo, upaya un­tuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan generasi muda selalu menjadi prioritas Dinsos. Hal itu tak lepas dari semakin meningkatnya jumlah anak-anak usia sekolah yang tak lagi berada di bangku pendidik­an, alias drop out.
“Data terakhir yang kami terima jumlah anak-anak DO, sampai pertengahan tahun 2013 telah menyentuh angka 6730,”katanya.

Agus merinci, siswa DO tersebut terbagi, 1861 anak lulus sekolah dasar, dan 4.859 anak lulusan SMP yang tak lagi melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

“Salah satu solusi yang kami ambil dengan menggaet sejumlah lembaga pelatihan dan kursus untuk memberikan pendidikan gratis,” ujarnya.
Agus berharap, dengan berbagai program tersebut diharapkan akan mampu menekan angka pengangguran, sekaligus memberikan bekal bagi anak-anak DO agar mampu menata ekonomi pada masa mendatang. “Kalau mempunyai keterampilan, bisa saja bekerja sebagai karyawan, atau membuka usaha sendiri,” harapnya.

Selain program bagi anak DO, kata Agus, untuk meningkatkan para siswa, pihaknya juga memfasilitasi sejumlah sekolah yang membutuhkan pendidikan keterampilan. Salah satunya yang dilakukan kemarin (15/8) siswa SMK Karya Bakti Nusantara (KBN) Kertek dikirim ke Balai Rehabilitasi Sosial (Barehsos) Tawangmangu mengikuti pelatihan otomotif selama 6 bulan.
“Kebetulan SMK KBN merupakan lembaga pendidikan baru dan belum memiliki sarana praktik otomotif, maka kami fasilitasi juga,” tandasnya.

Dengan bekal dari pelatihan di bidang teknik mesin sepeda motor tersebut, kata Agus, mereka juga diproyeksikan mampu mandiri, sehingga setelah selesai pelatihan, memiliki wawasan baru untuk membuka usaha. Disebutkan Agus, prospek dalam industri perbaikan kendaraan bermotor di Wonosobo masih sangat bagus. Jumlah kendaraan yang terus meningkat dari waktu ke waktu menjadi lahan potensial bagi para mekanik utuk mengais rupiah.

“Saya berharap selama menjalani pendidikan singkat selama 6 bulan tersebut, siswa benar-benar serius dalam menimba ilmu yang diberikan,” tuturnya.

Kepala Sekolah SMK KBN Kertek, Himawati mengatakan kerjasama dengan Dinsos tersebut sengaja dijalin untuk meningkatkan keterampilan para siswa yang rata-rata berasal dari keluarga tak mampu. (ali/lis)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here