Jual Rumah untuk Biaya Berobat

21

TEMANGGUNG—Menderita kanker ganas pada tubuhnya, Sriyati, hanya bisa tergolek tidur di rumahnya, Lingkungan Gendengan, RT 1 RW IV, Kelurahan Temanggung I, Kecamatan Temanggung.

Sudah setahun terakhir wanita 52 tahun ini menderita penyakit tersebut. Berbagai pengobatan sudah dilakukan. Terakhir ia harus menjual rumah keluarganya. Kini, pengobatan tidak lagi dapat dilakukan setelah hartanya habis.

Sakitnya berawal pada 2012 lalu, awalnya hanya mengalami sakit perut, namun sakit tersebut terus berlanjut. Keluarganya kemudian membawanya ke RSK Ngesti Waluyo Parakan, namun tidak membawa hasil. Kemudian pengobatan kembali dilanjutkan ke RS PKU Muhammadiyah Temanggung. “Sudah setahun lebih,” kata Rianti, 32, anak sulung Sriyati.

Setelah divonis menderita kanker, ia kemudian menjalani operasi. Namun operasi yang dilakukan tidak membuahkan hasil banyak, meskipun telah menghabiskan seluruh harta yang dimiliki. “Rumah sudah dijual Rp 55 juta untuk berobat, tetapi belum sembuh,” imbuhnya.

Sebelum mendapat vonis kanker, istri dari Tukidjo, 55, ini mengalami usus buntu. Penyakit tersebut kemudian dioperasi, namun tidak sembuh. ”Kalau dulu katanya sih usus buntu lalu sudah dioperasi tapi tidak sembuh. Lalu, kami bawa ke Rumah Sakit Bethesda Jogja, dan ketahuan kalau itu ternyata penyakit kanker usus,” katanya.

Penghasilan Tukidjo sendiri sebagai penjual bensin eceran tak cukup untuk biaya berobat. Pasalnya, sudah habis untuk kebutuhan hidup sehari-hari. “Bapak tidak mempunyai penghasilan besar untuk mengobati,” katanya.

Hingga kini, Sriyati belum mendapatkan bantuan dari pihak manapun termasuk pemerintah daerah. Keluarga Tukidjo pun berharap ada dermawan yang sudi membantu biaya untuk pengobatan. “Harapan kami ada dermawan yang bersedia membantu kami,” tandasnya. (zah/lis)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here