Diperkosa 2 Pemuda, ABG Lapor Polisi

21

MUNGKID— Seorang gadis berusia 14 tahun, warga Kabupaten Magelang ini harus menanggung malu akibat hamil lima bulan di luar nikah. Gadis putus sekolah ini menjadi korban pemerkosaan dua pemuda tetangga desanya di kebun jagung di Kecamatan Secang.

Setelah berusaha menyembunyikan kehamil­annya, korban akhirnya tidak bisa mengelak setelah keluarganya tahu ada perubahan fisik dan sikapnya. Setelah dicek ke dokter ternyata dia hamil lima bulan.

Mendapati hal itu, kemarin, korban didampingi keluarganya melaporkan kejadian pemerkosaan ini ke Polres Magelang. Dia melaporkan dua pemuda yang telah memperkosanya. ”Sebenarnya kita menginginkan kasus ini diselesaikan damai tapi pelaku tidak mau mengakui perbuatannya,” kata Subiyanto, kepala desa tempat korban tinggal, kemarin.

Menurut Subianto, pemer­kosaan sebenarnya sudah terjadi sejak Februari. Saat itu, korban bersama dengan teman perempuannya pulang menonton kesenian tradisional dayakan dan leak sekitar di KecamatanS ecang pukul 16.00 sore.

Agar cepat sampai rumah, ke­duanya pulang melewati jalan pintas pinggir Kali Bengang dan perkebunan. Namun ketika melewati pintu air keduanya disergap oleh dua pemuda.

Teman korban berhasil melarikan diri sementara korban tertangkap. Dia kemudian dibekap dan diseret ke kebun jagung. Karena terus melawan ia sempat ditendang dan dipukul. Pelaku berjumlah dua orang, satu memegangi korban dan satu lagi melakukan aksi pemerkosaan. Usai diperkosa, korban ditinggalkan begitu saja. Dia pulang dengan menangis.

”Korban sempat diancam oleh pelaku sehingga tidak berani menceritakan kekerasan seksual ini kepada keluarganya. Kasus ini baru terungkap setelah korban hamil lima bulan,” lanjut Isd, 21, kakak kandung korban. Awalnya, ia heran dengan perubahan perilaku adiknya. Korban menjadi sering murung dan lebih pendiam. Ia juga mengeluh sering mual dan sakit perut.

”Saya bawa adik saya ke dokter. Awalnya kami kira dia sakit perut namun ternyata hamil. Setelah kami desak dia mengaku sudah diperkosa oleh dua orang,” katanya saat mendampingi adiknya melapor di SPKT Polres Magelang.

Buruh bangunan di Jakarta ini mengaku geram dengan tindakan kedua oknum tersebut. Ia pun meminta polisi untuk memberikan hukuman setimpal kepada para pelaku pemerkosaan.

Dalam laporannya, korban ditemani salah satu saksi mata, serta beberapa kerabatnya. Laporan tersebut diterima Briptu Valensia D dan Bripda Wahyu P. Kasus ini selanjutnya akan ditangani oleh Unit PPA Polres Magelang.

”Kita akan segera melakukan tindak lanjut atas laporan tersebut. Tadi korban juga sudah kita lakukan pemeriksaan,” kata Kasubag Humas Polres Magelang, AKP Gede Mahardika. (vie/lis)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here