Anggaran Pasar Legi Naik Rp 9 M

23

Dewan Belum Dapat Laporan

TEMANGGUNG—Perubahan inflasi dan dampak kenaikan harga BBM yang terjadi beberapa waktu lalu berdampak langsung pada rencana pembangunan Pasar Legi Parakan. Nilai pagu yang semula berada pada angka Rp 91 miliar, kembali ditambah Rp 9 miliar oleh Pemkab setempat. Meski ada rencana tersebut, namun DPRD Temanggung mengaku belum mendapat laporan.

“Saya malah belum tahu. Tetapi itu mungkin saja terjadi, karena perubahan nilai akibat kenaikan harga BBM. Mungkin kalau memang benar mau naik, bisa jadi masuk Perubahan Anggaran APBD atau masuk ke APBD 2014,” kata Sekretaris Komisi C DPRD Temanggung, Slamet Eko Wantoro.

Ia mengatakan, kemungkinan masuk ke APBD 2014 tidak terlalu mencolok, sebab pada KUA-PPAS yang telah disahkan sebelumnya tidak ada item yang menyebutkan soal kenaikan anggaran tersebut. “Tidak ada item soal itu. Mungkin masuk di perubahan, tapi angkanya cukup tinggi juga,” terangnya.

Terpisah, Bupati Temanggung Bambang Sukarno mengatakan, anggaran untuk pembangunan sentra perekonomian terbesar kedua di Temanggung ini naik Rp 9 miliar dari angka pagu sebelumnya. “Ada kenaikan Rp 9 miliar akibat kondisi harga barang yang berubah akibat kenaikan harga BBM,” terangnya.

Dia menyebutkan, sumber dana pembangunan pasar tersebut tidak mengalami perubahan, yakni meminjam dari Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Kemenkeu RI. ”Kalau sumber dana tetap mengambil dari PIP, namun besar anggaran itu ada kenaikan dari perhitungan semula,” jelas Bambang yang juga Ketua DPC PDIP Temanggung menambahkan.

Bambang mengatakan, pihaknya sudah mengirim surat kepada legislatif agar membahas soal ini. Diutarakan, pembahasan tersebut diperkiarakan akan dimulai lagi usai Lebaran ini. Bambang juga menyatakan, bahwa proses lelang akan dilakukan secara transparan dan bisa diawasi langsung oleh masyarakat.

Seperti diketahui, proses pembangunan Pasar Legi Parakan Kabupaten Temanggung sudah mencapai pada tahap penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) sebulan sebelum pergantian bupati. Penandatanganan tersebut dilakukan antara Bupati Hasyim Afandi dengan Kepala Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Kementerian Keuangan, Sonitaun Siregar.

Setelah pendantanganan perjanjian kerja sama, draf PKS seterusnya diserahkan kepada DPRD untuk melanjutkan proses penyusunan perda pinjaman. Dengan demikian, langkah selanjutnya membuka proses lelang.

Kepala Pusat Investasi Peme­rintah (PIP) Kemenkeu RI Sonitaun Siregar menyatakan, setelah penandatangan ini semua pihak bisa mengawasi jadwal, pembangunan Pasar Legi. Sementara jumlah pedagang pasar 2724 unit terdiri dari 1887 unit los, 518 unit lesehan dan 239 unit kios. (zah/lis)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here